19 April 2007...10:08 am

Membaca, apa itu…?

Jump to Comments

Untuk mengetahui apa yang diinginkan pembaca The Muse, biasanya saya selalu mengklik menu blogstats untuk melihat referensi apa yang mereka ingin cari. Maka, suatu ketika saya menemukan kata yang tertera dalam menu itu: “pengertian membaca”. Membaca, apa itu?

Selengkapnya…

2 Comments

  • seorang profesor kenamaan di sebuah kota di china berkunjung ke rumah

    seorang guru zen di sebuah desa, di daerah pegunungan guna menggali

    ilmu zen.

    tiba di rumah guru zen, sang profesor disuguhkan segelas teh. guru zen

    menuangkan teh dari poci ke dalam cangkir terus-menerus, hingga tumpah

    ke luar. “sudah… sudah, cukup….” kata profesor.

    “kau seperti cangkir ini. bagaimana aku bisa mengajarkan zen ini

    kepadamu, kalau kau tidak mengosongkan pikiranmu dulu?”

    inilah representasi sosok manusia kontemporer seperti kita. bagi

    manusi berusia 50-an sulit sekali menerima hal-hal baru, karena mereka

    kehilangan semangat untuk belajar. namun, tidak sedikit orang muda

    yang terlihat malas pada hal yang sama. ia tidak melihat itu sebagai

    modal hidup dan kerja. ia tidak produktif berkarya untuk masyarakat.

    hidup mereka warnai dengan gaya hidup konsumtif. gadis-gadis ingin

    bertubuh langsing tetapi menu makan siangnya berupa junk food. setiap

    hari remaja pria bertampang imut dan cerdas menenteng nokia 9500

    communicator padahal ia bukanlah pengusaha kelas atas atau

    mobilitasnya tinggi. tidak ada yang suka membaca buku-buku filsafat

    untuk kerendahan hati mereka. sedikit yang memahami sosialisme untuk

    masa depan bangsa. dan takut bersikap kritis karena kurang memahami

    fungsi perspektif kritis dan paradigma kritis.

    pada masa seperti ini manusia menipu kaumnya dengan cara yang paling

    halus yang pernah kita duga. iklan pemutih kulit misalnya, pernah

    masuk ke alam bawah sadar saudara perempuan paman saya. saya menjadi

    saksi di setiap pagi ia memoleskan krim pemutih berlabel citra di

    wajah dan tangannya, dengan harapan kulitnya lebih putih dan

    bercahaya. sebenarnya saya juga berharap demikian. karena wanita

    berkulit lebih pucat bagi saya lebih menarik. namun, masalahnya

    saudara perempuan saya itu sejak lahir memang sudah berkulit gelap.

    gen dari ayah dan ibunya menurunkan kode dna untuk warna kulit gelap.

    anda mengerti maksud saya kan .

    lalu apa yang saya maksud dengan sikap kritis dan produktif? salah

    satunya gemar membaca. baca apa saja yang anda sukai. tony buzan dalam

    head first menjelaskan bahwa intensitas membaca yang tinggi mampu

    meningkatkan kecerdasan verbal. ini juga sekaligus meningkatkan daya

    ingat anda. logikanya adalah membaca adalah wahana melatih syaraf

    untuk terus tumbuh dan “berotot”. banyak membaca tentang berbagai

    bidang secara otomatis menumbuhkan sikap bertanya dan rasa ingin tahu.

    kedua hal ini akhirnya menciptakan rasa kritis tentang realitas yang

    dihadapi seorang manusia berdasarkan apa yang pernah dibacanya. ia

    hendak menjawab dengan sikap melawan, sebab di situ ia menemukan

    kontradiksi.

    nah, kenyataan yang menggembirakan lainnya adalah kegemaran membaca

    secara linear dan otomatis menimbulkan keinginan untuk menulis. nah,

    menulis baik itu buku harian, artikel, novel, cerpen dan buku adalah

    representasi atas apa yang sebut sebagai sikap produktif. kita

    menemukan ini pada generasi siswa smp bahkan tk sudah menghasilkan

    buku karya mereka sendiri. ini adalah harapan pram ketika ia hidup.

    tapi, ia malah menemukan kenyataan bahwa cucu dan cicitnya tidak

    seperti dia. cucu dan cicitnya lebih suka menonton tv dan membaca

    komik. ia sangat menyesali itu. barangkali lingkungan keluarga pram

    tidak mengajarkan pentingnya membaca kepada mereka, saat pram di dalam

    sel, berharap mereka nantinya tidak seperti pram.

    seiring dengan pemikiran ini, para pemuda memang menjadi isu sentral

    yang tidak pernah padam. pemuda adalah jembatan masa depan. seperti

    kata soekarno pada suatu waktu: “berikan kepadaku 10 pemuda, maka kan

    kubuat dunia bergetar.”

    saya bukan mengatakan saya berada di level atas perihal membaca dan

    menulis ini. tapi saya mencoba ke arah itu dan berusaha keras tidak

    jatuh dalam usaha melawan arus utama hidup kontemporer.

    inikah kode kenaifan seorang anak kebudayaan? ataukah gaya komunikasi

    temporal? dua pertanyaan ini kujawab bahwa dunia ini diciptakan tidak

    sempurna. kita tidak pernah tahu genapnya alam yang diciptakan tuhan

    sampai di mana. asal tahu saja evolusi manusia belumlah berhenti,

    seiring dengan revolusi budaya, khususnya teknologi yang semakin

    mutakhir. sesuatu yang tidak kita yakini saat ini, sesuatu yang

    menjadi bahan ejekan, sesuatu yang kini adalah imajinasi dan

    kalimat-kalimat yang kau ucapkan ditertawakan orang pintar, maka di

    masa depan itu akan terjawab dan menjadi kebenaran kontekstual.

    demikian selanjutnya…

    4401 karakter dengan spasi teks di atas adalah reprentasi dan

    penggenapan atas apa yang kakanda yayuk sebagai gejala posmodernisme

    acak. dalam posmo kekacauan masih diterima, bahkan yang sifatnya

    spiritual sekalipun (anda perhatian ia tidak terikat eyd!). karena

    posmo bersifat metafisik. karena itulah ia menjunjung tinggi

    subyektifitas personal dan institusi. dan ia menolah obyektifitas

    sebagai alat mencapai kebenaran. kebenaran harus dilihat dari ideologi

    yang dianut seseorang dan lembaga. dari situ adalah kebenaran muncul.

    tetapi bukanlah kebenaran absolut, tetapi kebenaran fungsional, karena

    ia merekat pada kondisi sosial, kontekstual, dan budaya. maka,

    kebenaran dalam posmo adalah selalu relatif. salah satu cara menilai

    kualitas gejala posmo berikut hasil risetnya adalah keterkaitannya

    dengan konteks masyarakat kontemporer.

    maka sesungguhnya kukatakan hal ini kepadamu:

    “kau seperti cangkir ini. bagaimana aku bisa mengajarkan zen ini

    kepadamu, kalau kau tidak mengosongkan pikiranmu dulu?”

    selasa sore jam 4:36, saat perut lapar seraya ku membayangkan meraba

    bibir tebal neena…

    [end of teks-now exit of posmo]

    ========================

    SEOARANG PROFESOR KENAMAAN DI SEBUAH KOTA DI CHINA BERKUNJUNG KE RUMAH

    SEORANG GURU ZEN DI SEBUAH DESA, DI DAERAH PEGUNUNGAN GUNA MENGGALI

    ILMU ZEN.

    TIBA DI RUMAH GURU ZEN, SANG PROFESOR DISUGUHKAN SEGELAS TEH. GURU ZEN

    MENUANGKAN TEH DARI POCI KE DALAM CANGKIR TERUS-MENERUS, HINGGA TUMPAH

    KE LUAR. “SUDAH… SUDAH, CUKUP….” KATA PROFESOR.

    “KAU SEPERTI CANGKIR INI. BAGAIMANA AKU BISA MENGAJARKAN ZEN INI

    KEPADAMU, KALAU KAU TIDAK MENGOSONGKAN PIKIRANMU DULU?”

    INILAH REPRESENTASI SOSOK MANUSIA KONTEMPORER SEPERTI KITA. BAGI

    MANUSI BERUSIA 50-AN SULIT SEKALI MENERIMA HAL-HAL BARU, KARENA MEREKA

    KEHILANGAN SEMANGAT UNTUK BELAJAR. NAMUN, TIDAK SEDIKIT ORANG MUDA

    YANG TERLIHAT MALAS PADA HAL YANG SAMA. IA TIDAK MELIHAT ITU SEBAGAI

    MODAL HIDUP DAN KERJA. IA TIDAK PRODUKTIF BERKARYA UNTUK MASYARAKAT.

    HIDUP MEREKA WARNAI DENGAN GAYA HIDUP KONSUMTIF. GADIS-GADIS INGIN

    BERTUBUH LANGSING TETAPI MENU MAKAN SIANGNYA BERUPA JUNK FOOD. SETIAP

    HARI REMAJA PRIA BERTAMPANG IMUT DAN CERDAS MENENTENG NOKIA 9500

    COMMUNICATOR PADAHAL IA BUKANLAH PENGUSAHA KELAS ATAS ATAU

    MOBILITASNYA TINGGI. TIDAK ADA YANG SUKA MEMBACA BUKU-BUKU FILSAFAT

    UNTUK KERENDAHAN HATI MEREKA. SEDIKIT YANG MEMAHAMI SOSIALISME UNTUK

    MASA DEPAN BANGSA. DAN TAKUT BERSIKAP KRITIS KARENA KURANG MEMAHAMI

    FUNGSI PERSPEKTIF KRITIS DAN PARADIGMA KRITIS.

    PADA MASA SEPERTI INI MANUSIA MENIPU KAUMNYA DENGAN CARA YANG PALING

    HALUS YANG PERNAH KITA DUGA. IKLAN PEMUTIH KULIT MISALNYA, PERNAH

    MASUK KE ALAM BAWAH SADAR SAUDARA PEREMPUAN PAMAN SAYA. SAYA MENJADI

    SAKSI DI SETIAP PAGI IA MEMOLESKAN KRIM PEMUTIH BERLABEL CITRA DI

    WAJAH DAN TANGANNYA, DENGAN HARAPAN KULITNYA LEBIH PUTIH DAN

    BERCAHAYA. SEBENARNYA SAYA JUGA BERHARAP DEMIKIAN. KARENA WANITA

    BERKULIT LEBIH PUCAT BAGI SAYA LEBIH MENARIK. NAMUN, MASALAHNYA

    SAUDARA PEREMPUAN SAYA ITU SEJAK LAHIR MEMANG SUDAH BERKULIT GELAP.

    GEN DARI AYAH DAN IBUNYA MENURUNKAN KODE DNA UNTUK WARNA KULIT GELAP.

    ANDA MENGERTI MAKSUD SAYA KAN.

    LALU APA YANG SAYA MAKSUD DENGAN SIKAP KRITIS DAN PRODUKTIF? SALAH

    SATUNYA GEMAR MEMBACA. BACA APA SAJA YANG ANDA SUKAI. TONY BUZAN DALAM

    HEAD FIRST MENJELASKAN BAHWA INTENSITAS MEMBACA YANG TINGGI MAMPU

    MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL. INI JUGA SEKALIGUS MENINGKATKAN DAYA

    INGAT ANDA. LOGIKANYA ADALAH MEMBACA ADALAH WAHANA MELATIH SYARAF

    UNTUK TERUS TUMBUH DAN “BEROTOT”. BANYAK MEMBACA TENTANG BERBAGAI

    BIDANG SECARA OTOMATIS MENUMBUHKAN SIKAP BERTANYA DAN RASA INGIN TAHU.

    KEDUA HAL INI AKHIRNYA MENCIPTAKAN RASA KRITIS TENTANG REALITAS YANG

    DIHADAPI SEORANG MANUSIA BERDASARKAN APA YANG PERNAH DIBACANYA. IA

    HENDAK MENJAWAB DENGAN SIKAP MELAWAN, SEBAB DI SITU IA MENEMUKAN

    KONTRADIKSI.

    NAH, KENYATAAN YANG MENGGEMBIRAKAN LAINNYA ADALAH KEGEMARAN MEMBACA

    SECARA LINEAR DAN OTOMATIS MENIMBULKAN KEINGINAN UNTUK MENULIS. NAH,

    MENULIS BAIK ITU BUKU HARIAN, ARTIKEL, NOVEL, CERPEN DAN BUKU ADALAH

    REPRESENTASI ATAS APA YANG SEBUT SEBAGAI SIKAP PRODUKTIF. KITA

    MENEMUKAN INI PADA GENERASI SISWA SMP BAHKAN TK SUDAH MENGHASILKAN

    BUKU KARYA MEREKA SENDIRI. INI ADALAH HARAPAN PRAM KETIKA IA HIDUP.

    TAPI, IA MALAH MENEMUKAN KENYATAAN BAHWA CUCU DAN CICITNYA TIDAK

    SEPERTI DIA. CUCU DAN CICITNYA LEBIH SUKA MENONTON TV DAN MEMBACA

    KOMIK. IA SANGAT MENYESALI ITU. BARANGKALI LINGKUNGAN KELUARGA PRAM

    TIDAK MENGAJARKAN PENTINGNYA MEMBACA KEPADA MEREKA, SAAT PRAM DI DALAM

    SEL, BERHARAP MEREKA NANTINYA TIDAK SEPERTI PRAM.

    SEIRING DENGAN PEMIKIRAN INI, PARA PEMUDA MEMANG MENJADI ISU SENTRAL

    YANG TIDAK PERNAH PADAM. PEMUDA ADALAH JEMBATAN MASA DEPAN. SEPERTI

    KATA SOEKARNO PADA SUATU WAKTU: “BERIKAN KEPADAKU 10 PEMUDA, MAKA KAN

    KUBUAT DUNIA BERGETAR.”

    SAYA BUKAN MENGATAKAN SAYA BERADA DI LEVEL ATAS PERIHAL MEMBACA DAN

    MENULIS INI. TAPI SAYA MENCOBA KE ARAH ITU DAN BERUSAHA KERAS TIDAK

    JATUH DALAM USAHA MELAWAN ARUS UTAMA HIDUP KONTEMPORER.

    INIKAH KODE KENAIFAN SEORANG ANAK KEBUDAYAAN? ATAUKAH GAYA KOMUNIKASI

    TEMPORAL? DUA PERTANYAAN INI KUJAWAB BAHWA DUNIA INI DICIPTAKAN TIDAK

    SEMPURNA. KITA TIDAK PERNAH TAHU GENAPNYA ALAM YANG DICIPTAKAN TUHAN

    SAMPAI DI MANA. ASAL TAHU SAJA EVOLUSI MANUSIA BELUMLAH BERHENTI,

    SEIRING DENGAN REVOLUSI BUDAYA, KHUSUSNYA TEKNOLOGI YANG SEMAKIN

    MUTAKHIR. SESUATU YANG TIDAK KITA YAKINI SAAT INI, SESUATU YANG

    MENJADI BAHAN EJEKAN, SESUATU YANG KINI ADALAH IMAJINASI DAN

    KALIMAT-KALIMAT YANG KAU UCAPKAN DITERTAWAKAN ORANG PINTAR, MAKA DI

    MASA DEPAN ITU AKAN TERJAWAB DAN MENJADI KEBENARAN KONTEKSTUAL.

    DEMIKIAN SELANJUTNYA…

    4401 KARAKTER DENGAN SPASI TEKS DI ATAS ADALAH REPRENTASI DAN

    PENGGENAPAN ATAS APA YANG KAKANDA YAYUK SEBAGAI GEJALA POSMODERNISME

    ACAK. DALAM POSMO KEKACAUAN MASIH DITERIMA, BAHKAN YANG SIFATNYA

    SPIRITUAL SEKALIPUN (ANDA PERHATIAN IA TIDAK TERIKAT EYD!). KARENA

    POSMO BERSIFAT METAFISIK. KARENA ITULAH IA MENJUNJUNG TINGGI

    SUBYEKTIFITAS PERSONAL DAN INSTITUSI. DAN IA MENOLAH OBYEKTIFITAS

    SEBAGAI ALAT MENCAPAI KEBENARAN. KEBENARAN HARUS DILIHAT DARI IDEOLOGI

    YANG DIANUT SESEORANG DAN LEMBAGA. DARI SITU ADALAH KEBENARAN MUNCUL.

    TETAPI BUKANLAH KEBENARAN ABSOLUT, TETAPI KEBENARAN FUNGSIONAL, KARENA

    IA MEREKAT PADA KONDISI SOSIAL, KONTEKSTUAL, DAN BUDAYA. MAKA,

    KEBENARAN DALAM POSMO ADALAH SELALU RELATIF. SALAH SATU CARA MENILAI

    KUALITAS GEJALA POSMO BERIKUT HASIL RISETNYA ADALAH KETERKAITANNYA

    DENGAN KONTEKS MASYARAKAT KONTEMPORER.

    MAKA SESUNGGUHNYA KUKATAKAN HAL INI KEPADAMU:

    “KAU SEPERTI CANGKIR INI. BAGAIMANA AKU BISA MENGAJARKAN ZEN INI

    KEPADAMU, KALAU KAU TIDAK MENGOSONGKAN PIKIRANMU DULU?”

    SELASA SORE JAM 4:36, SAAT PERUT LAPAR SERAYA KU MEMBAYANGKAN MERABA

    BIBIR TEBAL NEENA…

    [END OF TEKS-NOW EXIT OF POSMO]

  • Wah, blog yang inspiratif. Aku akan sering-sering mengunjunginya. Terima kasih.


Leave a Reply