Untuk mengetahui apa yang diinginkan pembaca The Muse, biasanya saya selalu mengklik menu blogstats untuk melihat referensi apa yang mereka ingin cari. Maka, suatu ketika saya menemukan kata yang tertera dalam menu itu: “pengertian membaca”. Membaca, apa itu?
19 April 2007...10:08 am
Membaca, apa itu…?
Jump to Comments





2 Comments
26 April 2007 at 1:40 pm
seorang profesor kenamaan di sebuah kota di china berkunjung ke rumah
seorang guru zen di sebuah desa, di daerah pegunungan guna menggali
ilmu zen.
tiba di rumah guru zen, sang profesor disuguhkan segelas teh. guru zen
menuangkan teh dari poci ke dalam cangkir terus-menerus, hingga tumpah
ke luar. “sudah… sudah, cukup….” kata profesor.
“kau seperti cangkir ini. bagaimana aku bisa mengajarkan zen ini
kepadamu, kalau kau tidak mengosongkan pikiranmu dulu?”
inilah representasi sosok manusia kontemporer seperti kita. bagi
manusi berusia 50-an sulit sekali menerima hal-hal baru, karena mereka
kehilangan semangat untuk belajar. namun, tidak sedikit orang muda
yang terlihat malas pada hal yang sama. ia tidak melihat itu sebagai
modal hidup dan kerja. ia tidak produktif berkarya untuk masyarakat.
hidup mereka warnai dengan gaya hidup konsumtif. gadis-gadis ingin
bertubuh langsing tetapi menu makan siangnya berupa junk food. setiap
hari remaja pria bertampang imut dan cerdas menenteng nokia 9500
communicator padahal ia bukanlah pengusaha kelas atas atau
mobilitasnya tinggi. tidak ada yang suka membaca buku-buku filsafat
untuk kerendahan hati mereka. sedikit yang memahami sosialisme untuk
masa depan bangsa. dan takut bersikap kritis karena kurang memahami
fungsi perspektif kritis dan paradigma kritis.
pada masa seperti ini manusia menipu kaumnya dengan cara yang paling
halus yang pernah kita duga. iklan pemutih kulit misalnya, pernah
masuk ke alam bawah sadar saudara perempuan paman saya. saya menjadi
saksi di setiap pagi ia memoleskan krim pemutih berlabel citra di
wajah dan tangannya, dengan harapan kulitnya lebih putih dan
bercahaya. sebenarnya saya juga berharap demikian. karena wanita
berkulit lebih pucat bagi saya lebih menarik. namun, masalahnya
saudara perempuan saya itu sejak lahir memang sudah berkulit gelap.
gen dari ayah dan ibunya menurunkan kode dna untuk warna kulit gelap.
anda mengerti maksud saya kan .
lalu apa yang saya maksud dengan sikap kritis dan produktif? salah
satunya gemar membaca. baca apa saja yang anda sukai. tony buzan dalam
head first menjelaskan bahwa intensitas membaca yang tinggi mampu
meningkatkan kecerdasan verbal. ini juga sekaligus meningkatkan daya
ingat anda. logikanya adalah membaca adalah wahana melatih syaraf
untuk terus tumbuh dan “berotot”. banyak membaca tentang berbagai
bidang secara otomatis menumbuhkan sikap bertanya dan rasa ingin tahu.
kedua hal ini akhirnya menciptakan rasa kritis tentang realitas yang
dihadapi seorang manusia berdasarkan apa yang pernah dibacanya. ia
hendak menjawab dengan sikap melawan, sebab di situ ia menemukan
kontradiksi.
nah, kenyataan yang menggembirakan lainnya adalah kegemaran membaca
secara linear dan otomatis menimbulkan keinginan untuk menulis. nah,
menulis baik itu buku harian, artikel, novel, cerpen dan buku adalah
representasi atas apa yang sebut sebagai sikap produktif. kita
menemukan ini pada generasi siswa smp bahkan tk sudah menghasilkan
buku karya mereka sendiri. ini adalah harapan pram ketika ia hidup.
tapi, ia malah menemukan kenyataan bahwa cucu dan cicitnya tidak
seperti dia. cucu dan cicitnya lebih suka menonton tv dan membaca
komik. ia sangat menyesali itu. barangkali lingkungan keluarga pram
tidak mengajarkan pentingnya membaca kepada mereka, saat pram di dalam
sel, berharap mereka nantinya tidak seperti pram.
seiring dengan pemikiran ini, para pemuda memang menjadi isu sentral
yang tidak pernah padam. pemuda adalah jembatan masa depan. seperti
kata soekarno pada suatu waktu: “berikan kepadaku 10 pemuda, maka kan
kubuat dunia bergetar.”
saya bukan mengatakan saya berada di level atas perihal membaca dan
menulis ini. tapi saya mencoba ke arah itu dan berusaha keras tidak
jatuh dalam usaha melawan arus utama hidup kontemporer.
inikah kode kenaifan seorang anak kebudayaan? ataukah gaya komunikasi
temporal? dua pertanyaan ini kujawab bahwa dunia ini diciptakan tidak
sempurna. kita tidak pernah tahu genapnya alam yang diciptakan tuhan
sampai di mana. asal tahu saja evolusi manusia belumlah berhenti,
seiring dengan revolusi budaya, khususnya teknologi yang semakin
mutakhir. sesuatu yang tidak kita yakini saat ini, sesuatu yang
menjadi bahan ejekan, sesuatu yang kini adalah imajinasi dan
kalimat-kalimat yang kau ucapkan ditertawakan orang pintar, maka di
masa depan itu akan terjawab dan menjadi kebenaran kontekstual.
demikian selanjutnya…
4401 karakter dengan spasi teks di atas adalah reprentasi dan
penggenapan atas apa yang kakanda yayuk sebagai gejala posmodernisme
acak. dalam posmo kekacauan masih diterima, bahkan yang sifatnya
spiritual sekalipun (anda perhatian ia tidak terikat eyd!). karena
posmo bersifat metafisik. karena itulah ia menjunjung tinggi
subyektifitas personal dan institusi. dan ia menolah obyektifitas
sebagai alat mencapai kebenaran. kebenaran harus dilihat dari ideologi
yang dianut seseorang dan lembaga. dari situ adalah kebenaran muncul.
tetapi bukanlah kebenaran absolut, tetapi kebenaran fungsional, karena
ia merekat pada kondisi sosial, kontekstual, dan budaya. maka,
kebenaran dalam posmo adalah selalu relatif. salah satu cara menilai
kualitas gejala posmo berikut hasil risetnya adalah keterkaitannya
dengan konteks masyarakat kontemporer.
maka sesungguhnya kukatakan hal ini kepadamu:
“kau seperti cangkir ini. bagaimana aku bisa mengajarkan zen ini
kepadamu, kalau kau tidak mengosongkan pikiranmu dulu?”
selasa sore jam 4:36, saat perut lapar seraya ku membayangkan meraba
bibir tebal neena…
[end of teks-now exit of posmo]
========================
SEOARANG PROFESOR KENAMAAN DI SEBUAH KOTA DI CHINA BERKUNJUNG KE RUMAH
SEORANG GURU ZEN DI SEBUAH DESA, DI DAERAH PEGUNUNGAN GUNA MENGGALI
ILMU ZEN.
TIBA DI RUMAH GURU ZEN, SANG PROFESOR DISUGUHKAN SEGELAS TEH. GURU ZEN
MENUANGKAN TEH DARI POCI KE DALAM CANGKIR TERUS-MENERUS, HINGGA TUMPAH
KE LUAR. “SUDAH… SUDAH, CUKUP….” KATA PROFESOR.
“KAU SEPERTI CANGKIR INI. BAGAIMANA AKU BISA MENGAJARKAN ZEN INI
KEPADAMU, KALAU KAU TIDAK MENGOSONGKAN PIKIRANMU DULU?”
INILAH REPRESENTASI SOSOK MANUSIA KONTEMPORER SEPERTI KITA. BAGI
MANUSI BERUSIA 50-AN SULIT SEKALI MENERIMA HAL-HAL BARU, KARENA MEREKA
KEHILANGAN SEMANGAT UNTUK BELAJAR. NAMUN, TIDAK SEDIKIT ORANG MUDA
YANG TERLIHAT MALAS PADA HAL YANG SAMA. IA TIDAK MELIHAT ITU SEBAGAI
MODAL HIDUP DAN KERJA. IA TIDAK PRODUKTIF BERKARYA UNTUK MASYARAKAT.
HIDUP MEREKA WARNAI DENGAN GAYA HIDUP KONSUMTIF. GADIS-GADIS INGIN
BERTUBUH LANGSING TETAPI MENU MAKAN SIANGNYA BERUPA JUNK FOOD. SETIAP
HARI REMAJA PRIA BERTAMPANG IMUT DAN CERDAS MENENTENG NOKIA 9500
COMMUNICATOR PADAHAL IA BUKANLAH PENGUSAHA KELAS ATAS ATAU
MOBILITASNYA TINGGI. TIDAK ADA YANG SUKA MEMBACA BUKU-BUKU FILSAFAT
UNTUK KERENDAHAN HATI MEREKA. SEDIKIT YANG MEMAHAMI SOSIALISME UNTUK
MASA DEPAN BANGSA. DAN TAKUT BERSIKAP KRITIS KARENA KURANG MEMAHAMI
FUNGSI PERSPEKTIF KRITIS DAN PARADIGMA KRITIS.
PADA MASA SEPERTI INI MANUSIA MENIPU KAUMNYA DENGAN CARA YANG PALING
HALUS YANG PERNAH KITA DUGA. IKLAN PEMUTIH KULIT MISALNYA, PERNAH
MASUK KE ALAM BAWAH SADAR SAUDARA PEREMPUAN PAMAN SAYA. SAYA MENJADI
SAKSI DI SETIAP PAGI IA MEMOLESKAN KRIM PEMUTIH BERLABEL CITRA DI
WAJAH DAN TANGANNYA, DENGAN HARAPAN KULITNYA LEBIH PUTIH DAN
BERCAHAYA. SEBENARNYA SAYA JUGA BERHARAP DEMIKIAN. KARENA WANITA
BERKULIT LEBIH PUCAT BAGI SAYA LEBIH MENARIK. NAMUN, MASALAHNYA
SAUDARA PEREMPUAN SAYA ITU SEJAK LAHIR MEMANG SUDAH BERKULIT GELAP.
GEN DARI AYAH DAN IBUNYA MENURUNKAN KODE DNA UNTUK WARNA KULIT GELAP.
ANDA MENGERTI MAKSUD SAYA KAN.
LALU APA YANG SAYA MAKSUD DENGAN SIKAP KRITIS DAN PRODUKTIF? SALAH
SATUNYA GEMAR MEMBACA. BACA APA SAJA YANG ANDA SUKAI. TONY BUZAN DALAM
HEAD FIRST MENJELASKAN BAHWA INTENSITAS MEMBACA YANG TINGGI MAMPU
MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL. INI JUGA SEKALIGUS MENINGKATKAN DAYA
INGAT ANDA. LOGIKANYA ADALAH MEMBACA ADALAH WAHANA MELATIH SYARAF
UNTUK TERUS TUMBUH DAN “BEROTOT”. BANYAK MEMBACA TENTANG BERBAGAI
BIDANG SECARA OTOMATIS MENUMBUHKAN SIKAP BERTANYA DAN RASA INGIN TAHU.
KEDUA HAL INI AKHIRNYA MENCIPTAKAN RASA KRITIS TENTANG REALITAS YANG
DIHADAPI SEORANG MANUSIA BERDASARKAN APA YANG PERNAH DIBACANYA. IA
HENDAK MENJAWAB DENGAN SIKAP MELAWAN, SEBAB DI SITU IA MENEMUKAN
KONTRADIKSI.
NAH, KENYATAAN YANG MENGGEMBIRAKAN LAINNYA ADALAH KEGEMARAN MEMBACA
SECARA LINEAR DAN OTOMATIS MENIMBULKAN KEINGINAN UNTUK MENULIS. NAH,
MENULIS BAIK ITU BUKU HARIAN, ARTIKEL, NOVEL, CERPEN DAN BUKU ADALAH
REPRESENTASI ATAS APA YANG SEBUT SEBAGAI SIKAP PRODUKTIF. KITA
MENEMUKAN INI PADA GENERASI SISWA SMP BAHKAN TK SUDAH MENGHASILKAN
BUKU KARYA MEREKA SENDIRI. INI ADALAH HARAPAN PRAM KETIKA IA HIDUP.
TAPI, IA MALAH MENEMUKAN KENYATAAN BAHWA CUCU DAN CICITNYA TIDAK
SEPERTI DIA. CUCU DAN CICITNYA LEBIH SUKA MENONTON TV DAN MEMBACA
KOMIK. IA SANGAT MENYESALI ITU. BARANGKALI LINGKUNGAN KELUARGA PRAM
TIDAK MENGAJARKAN PENTINGNYA MEMBACA KEPADA MEREKA, SAAT PRAM DI DALAM
SEL, BERHARAP MEREKA NANTINYA TIDAK SEPERTI PRAM.
SEIRING DENGAN PEMIKIRAN INI, PARA PEMUDA MEMANG MENJADI ISU SENTRAL
YANG TIDAK PERNAH PADAM. PEMUDA ADALAH JEMBATAN MASA DEPAN. SEPERTI
KATA SOEKARNO PADA SUATU WAKTU: “BERIKAN KEPADAKU 10 PEMUDA, MAKA KAN
KUBUAT DUNIA BERGETAR.”
SAYA BUKAN MENGATAKAN SAYA BERADA DI LEVEL ATAS PERIHAL MEMBACA DAN
MENULIS INI. TAPI SAYA MENCOBA KE ARAH ITU DAN BERUSAHA KERAS TIDAK
JATUH DALAM USAHA MELAWAN ARUS UTAMA HIDUP KONTEMPORER.
INIKAH KODE KENAIFAN SEORANG ANAK KEBUDAYAAN? ATAUKAH GAYA KOMUNIKASI
TEMPORAL? DUA PERTANYAAN INI KUJAWAB BAHWA DUNIA INI DICIPTAKAN TIDAK
SEMPURNA. KITA TIDAK PERNAH TAHU GENAPNYA ALAM YANG DICIPTAKAN TUHAN
SAMPAI DI MANA. ASAL TAHU SAJA EVOLUSI MANUSIA BELUMLAH BERHENTI,
SEIRING DENGAN REVOLUSI BUDAYA, KHUSUSNYA TEKNOLOGI YANG SEMAKIN
MUTAKHIR. SESUATU YANG TIDAK KITA YAKINI SAAT INI, SESUATU YANG
MENJADI BAHAN EJEKAN, SESUATU YANG KINI ADALAH IMAJINASI DAN
KALIMAT-KALIMAT YANG KAU UCAPKAN DITERTAWAKAN ORANG PINTAR, MAKA DI
MASA DEPAN ITU AKAN TERJAWAB DAN MENJADI KEBENARAN KONTEKSTUAL.
DEMIKIAN SELANJUTNYA…
4401 KARAKTER DENGAN SPASI TEKS DI ATAS ADALAH REPRENTASI DAN
PENGGENAPAN ATAS APA YANG KAKANDA YAYUK SEBAGAI GEJALA POSMODERNISME
ACAK. DALAM POSMO KEKACAUAN MASIH DITERIMA, BAHKAN YANG SIFATNYA
SPIRITUAL SEKALIPUN (ANDA PERHATIAN IA TIDAK TERIKAT EYD!). KARENA
POSMO BERSIFAT METAFISIK. KARENA ITULAH IA MENJUNJUNG TINGGI
SUBYEKTIFITAS PERSONAL DAN INSTITUSI. DAN IA MENOLAH OBYEKTIFITAS
SEBAGAI ALAT MENCAPAI KEBENARAN. KEBENARAN HARUS DILIHAT DARI IDEOLOGI
YANG DIANUT SESEORANG DAN LEMBAGA. DARI SITU ADALAH KEBENARAN MUNCUL.
TETAPI BUKANLAH KEBENARAN ABSOLUT, TETAPI KEBENARAN FUNGSIONAL, KARENA
IA MEREKAT PADA KONDISI SOSIAL, KONTEKSTUAL, DAN BUDAYA. MAKA,
KEBENARAN DALAM POSMO ADALAH SELALU RELATIF. SALAH SATU CARA MENILAI
KUALITAS GEJALA POSMO BERIKUT HASIL RISETNYA ADALAH KETERKAITANNYA
DENGAN KONTEKS MASYARAKAT KONTEMPORER.
MAKA SESUNGGUHNYA KUKATAKAN HAL INI KEPADAMU:
“KAU SEPERTI CANGKIR INI. BAGAIMANA AKU BISA MENGAJARKAN ZEN INI
KEPADAMU, KALAU KAU TIDAK MENGOSONGKAN PIKIRANMU DULU?”
SELASA SORE JAM 4:36, SAAT PERUT LAPAR SERAYA KU MEMBAYANGKAN MERABA
BIBIR TEBAL NEENA…
[END OF TEKS-NOW EXIT OF POSMO]
6 March 2008 at 2:17 pm
Wah, blog yang inspiratif. Aku akan sering-sering mengunjunginya. Terima kasih.