30 August 2007...7:13 am

Goa Kampret, Goa Kelelawar

Jump to Comments

Posted April 7, 2007

Pertama kali mendengar kata “kampret”, pikiran pun langsung mengarah a pada hal yang tidak-tidak. Benarkah? Maklum, kata ini sering dipakai untuk meledek atau mengumpat. Tapi, oups… Jangan salah duga dulu. Goa Kampret yang satu ini benar-benar penuh dengan kampret alias kelelawar.

Menggambarkan bagaimana “sense” yang terasa ketika memasuki pelataran kawasan tropis Bukit Lawang barangkali tidak puas jika hanya diceritakan lewat kata-kata saja. Untuk lebih jelasnya lagi, cobalah datang dan jelajahi alamnya. Salah satu yang perlu Anda patut jelajahi tantanganya adalah Goa Kampret. Lokasinya sekitar 2 kilometer dari kawasan wisata Bukit Lawang.

Tapi, jika ingin menghemat waktu dan energi, perjalanan juga bisa dimulai dari bantaran Sungai Bahorok. Setelah melalui Kantor Balai Taman Nasional Gunung Leuser (TNBL), Anda cukup berbelok ke sebelah kiri dan melalui titi penyeberangan yang ke dua. Nah, dari situ, kita akan melalui zona perkebunan karet. Dan menemukan sebuah “junction” (simpang tiga) dengan tanda panah ke kanan: “Goa Kampret, Bat Cave”.

Penjelajahan bisa memakan waktu sekitar 30 menit, tapi cukup menantang. Setelah, itu masukilah tantangan yang sebenarnya! Goa Kampret sedang menunggu. Tapi jangan lupa, bayar dulu Rp 5 ribu untuk per-orangnya. Goa Kampret selama ini memang masih dikelola oleh warga setempat.

Goa kampret syarat dengan cadas terjal. Guratan-guratan bukit terjal di sekelilingnya merupakan wujud alam yang menjadi ciri khasnya. Di tempat ini terdapat kelelawar dan burung walet yang dengan bebas bergelantungan dan berkeliaran di setiap sudut goa.

Dipandu oleh Izul kami pun mulai memasukinya. Dan bayangkan, tak ada secercah sinar pun di sana.

Di tempat ini, menurut Izul, para pecinta alam dari kalangan mahasiswa bukan sekali dua kali pernah melakukan “camping” atau bermalam di dalamnya. Aneh! Pasalnya, di tempat ini selain suasananya yang gelap gulita juga sering tercium aroma tak sedap dari kotoran para burung-burung malam itu. Tapi, jika ingin setidaknya untuk merasakan bagaimana petualangan aktor kawakan Horrison Ford dalam lakon “Indiana Jones”-nya, tak salah Anda memilih tempat ini.

Tahap demi tahap penjelajahan pun berlangsung. Ruang yang sempit. Dan, ops…, lika-liku jalan yang terjal dan licin. Kadang-kadang dialiri air dan di antaranya terdapat jenis batuan aneh yang Izul tak bisa menjelaskan apa nama jenis batu itu. “Orang-orang biasa menyebutnya ‘batu kampret’,” katanya.

Ketika kami sampai pada goa yang kelima, yang merupakan finishing dari penjelajahan Goa Kampret seluruhnya, seorang rekan tampak “ngos-ngosan”. “Dasar, Goa Kampret! Benar-benar menantang,” katanya puas meski dengan keringat bercucuran di pipi dan sekujur badan.

Tonggo Simangunsong

1 Comment


Leave a Reply