Posted March 26, 2007
“Sitinjo, An Unique Spiritual Tourism Site.” Demikian sebuah media nasional berbahasa Inggris tanah air, 9 Januari 2005 menginterprestasikan panorama wisata alam religius Dairi yang akan kami singgahi. Letaknya di Kecamatan Sitinjo, 3 kilometer dari Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.
Mobil masih melaju melintasi aspal hitam. Pemandangan di luar kabin seakan menarik kami untuk segera tiba di tujuan. Tak sabar rasanya. Fauzi, sang fotografer mulai sibuk menyetel kamera. “Ini pasti menarik,” katanya.
Tak lama, mobil menikung ke kiri, melewati sebuah portal yang bertuliskan “Taman Wisata Iman”. Taman Wisata Iman, sebuah nama yang tepat untuk lokasi yang mengandung sejuta makna ini. Jejeran pinus menghantar kesejukan pada mata. Lalu, satu persatu bangunan rumah ibadah ibadah masing-masing agama tampak berdiri tegar. Semua rumah ibadah ada di sana. Seakan-akan Dairi ingin menunjukkan bahwa keaneragaman agama yang saling rukun dan bersatu adalah sesuatu nilai yang agung dan pantas ditanamkan.
Mobil kami menanjak jalanan berliku. Namun bagi umat Kristiani, jalanan yang berliku dan mendaki diyakini memiliki nilai spiritual tersendiri. Bagi mereka, berjalan di sepanjang Taman Wisata Iman mengibaratkan perjalanan Yesus memikul salib hingga Puncak Golgota.
Mereka tertawa, tersenyum. Tampak sesuatu di wajah mereka. Nyaman. Dan, yang pasti mereka berbeda agama.
“Itulah fungsi utamanya. Mengenangkan penderitaan Yesus atau the Passion of the Christ seperti dalam film gubahan Mel Gibson itu ,” kata Sekda Kecamatan Sitinjo Anton Sihaloho sarat makna.
Sekitar 100 meter setelah mendaki jalan berliku, perjalanan kami hentikan. Sebuah vihara berdiri tepat di sebelah kiri jalan. Vihara Saddhavadana namanya. Vihara ini telah berdiri sejak tahun 2002 dan hinga kini selalu ramai dipenuhi umat Buddha baik lokal mau pun Medan, bahkan kota-kota lain.
Memasuki bagian dalam vihara, sejenak keheningan terasa. Sebuah patung Buddha duduk bersila dengan telapak tangan menengadah ke depan sementara tangan kiri menyokong sikunya dari bawah. Temaram lampu redup menyala membikin suasana semakin sakral. Gema suara pelan dengan penjaga vihara masih dapat terdengar menggelinding di antara bangunan.
Perjalanan kembali dilanjutkan. “Goa Bunda Maria, sakrarlnya,” Membuat kami penasaran. Kami pun segera turun. Sebelum menuju ke sana kami pun harus melewati jalan-jalan setapak menurun. Hamparan bunga-bungaan sedikit mengusik pikiran akan firdaus. Damainya.
Jalan menurun, meski melelahkan namun paling tidak sebuah makna tergapai dari sana. Relief-relief yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus sebelum naik ke surga (the Passion of the Christ) terasa hidup. Patung-patung itu menggambarkan ketika Yesus diadili, disiksa, memikul salib ke Puncak Golgata hingga akhirnya Ia disalibkan dan dikuburkan di sebuah gua.
Beberapa pondok kecil dengan jendela terbuka menghadap lembah dan bukit meramaikan bangunan gereja di samping relief-relief itu. Sambil menunggu keluarga yang sedang berdoa, para pengunjung beragama Kristen masih dapat bersabar dengan ayunan dan beberapa tempat duduk dari kayu di taman tak jauh dari pondok doa itu.
Masih setengah perjalanan. Terasa lelah mendaki jalanan berkelok naik turun, kami pun beristirahat sejenak. Pemandangan alam yang indah. Udara aroma pinus tercium di mana-mana. Anak-anak pelajar tampak berbondong-bondong. Beberapa keluarga asyik berkumpul menikmati makan siang beralaskan tikar. Mereka tertawa, tersenyum. Tampak sesuatu di wajah mereka. Nyaman. Dan, yang pasti mereka berbeda agama.
Kami akhirnya tiba di sebuah bangunan mesjid dan relief Ka’bah di sampingnya, setelah beberapa menit mengunjungi pura bagi penganut agama Hindu. Bangunannya tepat menghadap lembah dengan sebuah taman dan tempat duduk kayu di depannya. Dari sini akan tampak pemandangan menuju Kecamatan Sumbul.
Relief Ka’bah tampak dikelilingi bunga-bunga. Beberapa pengunjung tampak asyik membidikkan lensa kameranya. Ada juga yang berjalan-jalan di sekitar taman sambil memandanginya lama-lama. Inilah puncak perjalan ke Taman Wisata Iman.
Sembari menikmati hidangan kopi panas, di hari yang mulai sore itu, kembali terenung dalam hati bahwa inilah karunia Sang Penguasa.





142 Comments
8 November 2007 at 9:57 am
Saya besar di Sidikalang, tapi sudah lebih 6 tahun tidak pernah pulang ke sana lagi, karena rumah orangtua sudah pindah ke Medan.
Hmmm… Taman Wisata Iman.
Mungkin alasan yang tepat untuk singgah ke Sidikalang lagi, sekalian menghirup udara segar kota tercintaku.
13 November 2007 at 5:39 am
Saya salah satu putri Dairi karna lahir dan besar di Dairi tepatnya di Sumbul Pegagan.Bener bgt …Taman Iman t4 wisata yg bagus bgt…jd buat tmen2 yg pngen berwisata ke Sumatra jgn lupa dtang ke Taman Iman khususnya dongan2 na dipangarantoan,manang didiape hamu ingot tano hatubuanta….Dairi nauli
)
7 May 2009 at 10:39 am
hi………..
u kul di AKBID mana sech?????????????
truzzzzzz…………..
di sumbul dimananyeeeeeeeeeee……………….
salam kenal buat kamoeeeeeeee………….
15 November 2007 at 11:21 am
twi (taman wisata iman ) sangat indah .Saya sangat senang tinggal di dairi
23 November 2007 at 3:53 am
Ito Tonggo…
Kameraku masih ecek2 kok. Masih prosume. Canon S3IS.
Udah nanya2 sama Bang Charly M Sianipar, katanya untuk pemula boleh beli Nikon D40. Mumpung harganya lagi jatuh pula.
Gimana menurut Ito?
29 November 2007 at 7:12 am
Horas.
42 tahun yg lalu saya dilahirkan di desa kecil, Pansuran.Desa kecil yg jaraknya cuman 4km dari TWI menuju kota Sidikalang. Desa yg penuh pesona dengan jalan liku dan bergelombang, kiri kanan hamparan kopi Ateng dan Tuak Takkasan. Kini sdh 15 tahun lamanya sdh kutinggalkan bonapasogit yg indah dan damai merantau ke kota orang kota Pahlawan Surabaya. Namun karena TWI kangenku semakin jadi. Aku rindu padamu, walaupun di kota banyak gedung pencakar langit, Mall dan wisata wisata lainnya, tapi tiada tandingannya wahai TWI yang Indah dan Sejuk. Percayalah aku tetap setia melihatmu walaupun sahali sataon, kan lumayan timbang so mulak. Tombus mangaranto ongkos mulak ndang adong. Lumayan sombu sihol.
Ok.. Syaloom, Njuah juah.
GBU
15 May 2009 at 5:56 pm
Memangnya indah benar ? Saya tidak Pernah pulang sejak tahun 1994. ada keinginan pulang untuk melihatnya.
27 December 2007 at 4:01 am
Taman Wisata Iman… Dekat kampung gue tu!!!
Klo da dari situ pasti kamu-kamu akan merasa di tempat yang paling enak yang tidak pernah kamu-kamu duga. Dan tidak akan kamu jumpai di tempat-tempat lain. Soalnya, TWI indah banget. Makanya, liburan jalan-jalan ke sini aja!
7 May 2009 at 10:41 am
manknya kampoeng loe
dimananye sech…………????????????????
salam kenal yach……….
31 December 2007 at 8:39 am
Wow….
Itu kalimat pertama waktu ngeliat TWI, sbg putri dairi (hehehe… macam betul aja) gw bangga banget sama TWI. Buat ente para pangaranto, jgn sampe ga kesitu coz tempatnya tuh … azib………
Keren gila,… Woiii parsumbul, ingot hamu mulak tu huta trus kt ngumpul di TWI, pastinya sambil berwisata iman. Dapet funnya, dapet juga rohaninya.., tull ga? hupette hamu disi..okay.;-))
19 August 2009 at 8:46 pm
beta hamu dongan pangarantoi mulak tu bona pasogitan sidikalang city nauli………….
24 January 2008 at 4:08 am
Yang pasti gw takjub bgt lihat ciptaan Tuhan ketika gw tiba di TWI. Pokoknya so wonderfull.
25 January 2008 at 6:08 am
Aku sangat bangga menjadi orang Sidikalang. Tantangan yang aku dapatkan ketika aku menimba ilmu di SMA N I Sidikalang telah membiasakan aku hidup mandiri.
Kini, sekalipun aku kuliah semester 5 jurusan Teknik Kimia, namun aku lumayan dikenal para dosen, teman dan sekitarku sebagai Hacker. Menurutku itu terlalu berlebihan.., mengingat yang saya buat hanyalah virus modiv dari virus lain. Memang sih aku pernah gabung dgn gengsternya hacker yaitu h@ck>mur<crew asal Israel. Sekarang aq ga pernah lagi gabung ma mreka.
I hope U study hard, and enjoy Your nice future…
26 May 2009 at 4:20 pm
WAH KAMU DI BULUDURI DIMANA NYA?
SOALNYA AKU JUGA ORANG SIDIKALANG.ADIAN PARA-PARA,PASTI PERNAH DENGARKAN?
7 September 2009 at 11:46 am
bah,didiama jabumu di adian parapara,aupe par gupa gundaling do
7 September 2009 at 11:58 am
bah,di adian parapara km dimananya..?
saya di gupa gundaling…Horas ito
25 January 2008 at 6:19 am
Saya lahir di Buluduri, 19 Januari 1987. Aku sangat menyayangkan perkembangan kampung halaman saya yang tanpa perkembangan. Jadi saya harapkan kepada BAPAK Camat Laeparira.., agar:
1. Jangan cuma tidur dan tunggu dana bantuan
2. Kerjakan pembangunan.
3. bantu penjelasan masalah PT. DAIRI PRIMA MINERAL
TUNJUKKAN BAHWA BAPAK MEMANG LAYAK MEMIMPIN, BUKAN TIDUR…
Terima kasih bapak terhormat..
HORAS DAIRI.
1 March 2008 at 5:30 pm
TWI??? Mang kren abis….. Apalagi kalo dilihat dari kota Sumbul, sangat menakjudkan…. Sebagai penduduk asli Dairi, saya bangga bangat punya tanah Dairi yang tidak mengenal perbedaan…. baik dari suku, agama, dll.
5 March 2008 at 5:40 am
Aq bangga jadi anak Dairi, selain daerahnya yang sejuk juga jauh dari polusi udara seperti di kota2. Dairi “TABEMA” kiTA BEla bersaMA. Horassssss.
13 March 2008 at 9:49 am
wE aRE LoVE iN dAiRi
aRwIn_
13 March 2008 at 9:53 am
bRavO….. WITh ” TWI-Sitinjo”
i LiKe tO TWI
good…good…good…
13 March 2008 at 9:57 am
”T W I” iS d’ bEsT
bY….. aRw1n….
13 March 2008 at 10:04 am
SAYA ROBIN
ALAMAT KALANG BARU
SEKOLAH SMK N 1 SIDIKALANG
SEBAGAI ORANG DAIRI SAYA BERSYUKUR
DI LAHIRKAN DI DAIRI KARNA DI DAIRI BANYAK TEMPAT WISATA
SEPERTI ”T W I” YANG TIDAK BISA SAYA LUPAKAN
POKOKNYA T W I SUATU TEMPAT YANG TIDAK BISA SAYA LUPAKAN
BUAT TWI SEMOGA TWI KE DEPAN SEMAKIN BANYAK PENGUNJUNG
BAIK DARI DALAM MAUPUN LUAR NEGRI
DA..DA..
24 June 2009 at 12:16 pm
Horas lae,
tinggal didia do lae di kalangbaru? ahu pe di kalangbaru hian do tinggal, di jln trikora ujung(jonokkon dalan dakian i).
13 March 2008 at 10:07 am
gOod lucK wITh dAiR1
27 March 2008 at 8:08 am
Saya sangat senang bisa berkunjung ketaman iman, selain sejuk dan bersih juga aman
untuk kota dairi selamat ya uda menjadi jalan kebajikan
31 March 2008 at 5:40 am
saya bangga selaku anak dairi,
ternyata dairi itu punya banyak potensi
diharapkan bupati yang terpilih nantinya dapat membawa kab dairi ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
saya pengennya dairi bisa meraih piala adipura donk, masa kota- kota lain bisa…….
dairi pasti bisa….
taman wisata iman sitinjo memang bagus banget untuk dikunjungi.
kebersihannya tetap dijaga ya……
2 April 2008 at 6:21 am
saya sangat bangga sebagai anak dairi karna penghasilan di dairi lumayan bagus dan di dairi juga banyak tempat wisata.
Dairi is the best
10 April 2008 at 2:55 pm
Horas………..
TWI jaya trus
12 April 2008 at 6:02 am
Sidikalang???Huta hatubuan, tano hagodangan.
Paima ahu mulak sian parsikkolaan di luat nadao, hu padenggan do ho. TWI jaya….Sidikalang Kebanggaanku, Dairi Cintaku
12 April 2008 at 11:36 am
bAsyIck……………………………
memang tWi ahhhhhh………
subhanallah………………………
memang main ngo bah…………
wah…………. klo diliat nieh tWi panorama nya memang sungguh menakjubkan , yang lebih menakjubkan lagi nieh bangunannya coyyyyyyyyy
tempat2 ibadah nya berjajar berurutan yang menandakan bahwa masyarakat dairi itu tidak mengenal perbedaan suku,ras dan agama(bnnr gk nie,moga2 ja bnnr)
nahhhhhh ………
buat yang lom pernah liat ………………
datang aja ………….
klo dah smpe situ pasti enjoyy deh….(gk ber lebihan tuuuuuu?????) songoni do khan laeeeee
oke lihhhhhhh……….
okelah……………………
hahahahah basyickkkkkk
njuah njuah………………..
12 April 2008 at 11:38 am
sattabi lae na pkl i ict …………..
nga boha modul ta laeeeee
7 May 2008 at 6:39 am
Salam kenal, namaku Laston, pacarku orang Sidikalang, Nama kampungnya si babi
9 May 2008 at 5:48 am
TWI kenapa gak dibuat website-nya aja ya? Kalau bisa dalam 2 versi, bahasa Indonesia dan Inggris. Jadi ada ajang promo buat wisatawan dalam dan luar.
Ayo anak Dairi yang pintar2! Kalo ada yang berminat mo jadi designer, developer, programmer buat bikinin official website untuk TWI (atau sekalian aja Dairi), segera daftar di sini. Kayaknya aku bisa usahain kontak pemerintah sana.
16 May 2008 at 6:48 pm
njuah-njuah mo banta karina……
TwI mang kren abis…
kalau soal website dairi udah ada dan lumayan kren juga, tapi sepewrtinya ga diurus…
20 May 2008 at 5:39 am
Kita sebagai anak dairi emang patut berbangga bahwa tanah kelahiran kita kebagian pembagunan monumen ato situs yang begitu indah tapi ada yang lebih penting mari kita rawat bersama, untuk kita bersama, Horas ma dihita sude, nadipangarattoan dohot na dihuta.
JUMALA NAULI
26 May 2008 at 5:42 am
Horas Sidikalang,
Bisa dikatakan saya bukan putra sidikalang,
tetapi saya punya kenangan sendiri dan kenangan yang cukup dalam dengan Kab. Dairi ini. Saya dilahirkan di Kabanjahe dan sekarang tinggal di Jambi, tetapi orang tua saya pernah tinggal di Sidikalang bahkan saya tinggal dengan Pardomuan Kec. Siempat Nempu (entahlah kalau sekarang sudah ganti kecamatan). Masih terbayang suasana desa yang masih kental dengan suara imbo yang bersahutan di hutan dan aroma bunga kopi yang sedang mekar dibawah pohon “dap dap”. Di jaman saya dulu pohon kopinya masih yang besar-besar itu, bukan pohon ateng sekarang, jadi saya masih ingat bisa manjat-manjat di pohon kopi.
Salah satu cita-cita saya, saya bisa pulang barang sekejap ke Sidikalang sambil melewati desa kecil Polling, Buntu Raja, Parongil, Pardamean, Juma Togu, Lae Luhung, Lae Bakbas, Lae Itam, Logan, Paritokitokan (tempat kelahiran ibu tercinta), sinar pagi, tiga lingga, gunung stember dan tempat tempat yang pernah saya singgahi lainnya.
Tapi mungkinkah itu ?
Sekarang saya bekerja diperusahaan swasta yang jam cutinya sangat terbatas.
Untuk itu saya akan sangat berterima kasih jika ada teman-teman yang bisa memberikan perkembangan tempat-tempat yang saya sebut diatas, bahkan kalau ada foto lokasi diatas untuk dikirim ke alamat e-mail saya.
Salam untuk semua, maju terus orang batak, jadilah tuan rumah dinegeri sendiri.
27 May 2008 at 7:03 am
Saya lahir di Sidikalang. Saya bangga akan sidikalang. Tapi itu hanya dalam mimpi saja.Kenyataannya!!!lain yang diharapkan.Mengapa Demikian?karena SDA dairi dikatakan bagus tapi tidak, dikatakan tidak tapi dapat menghasilkan.Tapi yang lebih parah adalah SDM nya. Dominan manusia-manusia di sidikalang mempunyai otak di bawah rata-rata.bahasa gaulnya “GOBLOK”.Mengapa?alam yang bagus tidak dapat diolah.Teknologi?waaah…jangan ditanya lagi.jauh dari yang diharap.Semua plageat…pingin serba baru tapi dalam hal penggunaan…Bulsit.maklumlah…Tapi dengan seperti itu manusia-manusia di sidikalang udah merasa jago..udah merasa hebat..Besar ngomong smua manusia-manusia di sidikalang..Aku tidak bangga lagi padamu Sidikalangku.maaf…
24 June 2009 at 12:23 pm
Hi teman (whoever you are), saya sangat sedih membaca tulisanmu. Ada banyak hal yang bisa dituliskan dan diungkapkan, tetapi kita harus berkaca dulu sebelum mengutarakannya. Kebanggaan kita akan kampung halaman dapat terwujud dengan perbuatan dan sumbangsih kita terhadap kampung halaman kita itu. Jika kita belum berbuat yang terbaik buat kampung halaman, sebaiknya kita jangan memberikan hal yang negatif tentangnya. Tetapi jika kita sudah bisa berbuat yang terbaik, maka ajaklah teman2, saudara2 dan warga sidikalang lainnya untuk turut serta membangun sidikalang. Jika sidikalang sudah maju, maka kita akan bangga karena kita ikut punya andil di dalamnya. Mari bangun sidikalang. Mauliate.
4 June 2008 at 6:08 am
twi adalah salah satu aset dairi yg hrs lbh dikmbangkan lg
agar sluruh msyrakat indonesia lebih mengenal n tertarik u/ mliatnya scara lnsung……..
tapi mengapa pembangunan twi spertinya gitu2 aj…..?
kbrny danany bkn sdikit lho…..?
trus uangny pd kmana…?
kalo boleh mslh dana u/ pembangunan twi lebih transparan dunk…..
coz saya selaku anak dairi sampai saat ini tidak tau sapa siy investor n danany
twi dr mana…..? ap semua dr APBD….hehehe itu tdk mngkin…..
pizzzz…… salam ama smua anak2 sidikalang
12 June 2008 at 2:18 pm
Ahu anak Sidikalang kelahiran Kentara Kecamatan Silimapungga2, mungkin saonari kecamatan laeparira. Sekarang tinggal di Pontianak Kalimantan Barat. Pertama ke TWI tahun 2005 pas pulang kampung. TWI termasuk bagus n perlu pengembangan mulai dari sarana sampe prasana. Salut untuk kerja keras Pemerintah Kabupaten Dairi.
13 June 2008 at 9:02 pm
Saya asli dari Sungai Raya Sidikalang alm SMAN 1 Sidikalang. Sekarang tinggal di Bontang Kalimantan Timur.. Yang saya mau tanya, koq websitenya TWI koa ga ada ya…?
17 June 2008 at 3:38 pm
TAMAN WISATA IMAN ADALAH TAMAN YANG BERNUANSA ROHANI ,KEPUNYAA DAIRI!YANG PEMANDANGAN DAN TAMAN2 NYA INDAH BANGET!
17 June 2008 at 3:41 pm
SAYA BANGGA JADI ORANG DAIRI,DAIRI IS THE BEST!
19 June 2008 at 1:01 am
Melihat gambar salib diatas, saya jadi teringat Photo BW yang pernah saya buat di tempat ini. Foto itu saya ikutkan dalam beberapa lomba foto. Di tingkat nasional mendapat tempat di Salon Foto Indonesia.
Akan saya upload di Photo Gallery.
19 June 2008 at 4:43 pm
au lahir di dairi di invaliden, saya merasa bangga dengan twi tapi aku minta tolong dong foto taman wisata imanya
di perluas soalnya aku jauh di pangarantoan. sdh lama blm pernah pulang kampung.aku pingin lihat langsung alai bohama bahenon dangadong hepeng
22 June 2008 at 11:07 am
horas..
mari kita bangun bersama kampung kita DAIRI.
banyak yang sukses kelahiran dairi kok,tidur aja karna kemarin saya pulang kesidikalang pembangunanya kok lamban dan tak ada kemajuan.
Mauliate
23 June 2008 at 11:19 pm
Saya sih orang Tenggarong Kaltim. Tapi Babe Gue memang orang Sumbul Hita Ligga/Siboras nama desanya. Sudah lama banget gak pernah dtg ke Sumbul lagi. . . kangen. . . banget tp jauh amat sih, yg ingat hanya dinginnya aja dulu, maklum udah 14 tahun yang lewat.
Mudah2an sumbul udah tambah rame ya, entar kami dtg ke sini agar bisa dipromosikan kepd teman2 sekampus, banyak lho orang Batak di Tenggarong, tapi yg lahir di rantau semua udah pada gak tau lagi bhsnya ortu: Bahasa Kutai Maha, adak leh,… lopat leh… mandik tahuleh… mitu2 maha tahunya……..
Harapan kami para perantau….utk halak hita yang di kampung….. tolong deh dibenahi jalan ke desa…. biar lancar… pamasaran hasil panen kita…. lancar jg anak2 nuntut ilmu di sekolah…. oke ya.. salam untuk teman…pariban…
horasssssss…
11 July 2008 at 3:38 pm
ah…rindu banget sama Sidikalang, pergi ke puncak, maen di sungai, sampe hampir pernah tenggelam…
dan juga gangguin orang yg lagi pacaran di taman iman,
tapi sumpah, panorama dari taman iman ke kota di bawahnya indahhhhhhhhhh banget…
di perjalanan juga, aku sempat lihat air terjun yang alirannya berlanjut di bawah jalan raya,,,
ih..syerem deh…
17 July 2008 at 1:21 pm
saya lahir di Sidikalag,desa bukit buru kec.pegagan hilir.saya sekarang tinggal di batam.
saya pengen sih mau jalan2 ketaman wisata iman
katanyasih sangat indah.tapi klo ada waktu saya akan mampir ke TWI.
Horas madihita sude.
28 July 2008 at 3:41 pm
Salam kenal buat semua pecinta TWI.Saya Norlis anak Dairi,kec.Laeparira yang dulunya Silima Pungga Pungga.Tepatnya di desa Sepung Polling.Wuihhh…lengkap amat yach…
Saya juga salah satu pecinta TWI.Karena setiap berkunjung kesana,saya merasakan anugrah TYME yang tiada taranya.TWI memang unik dan menarik untuk dikunjungi.
Mudah mudahan untuk hari ke depan,sarana dan prasarana yang ada semakin baik.
DAIRI MAJU TERUS…..
DOAKU BESERTAMU.HORAS…..!
3 August 2008 at 6:16 am
Very nice!!
10 August 2008 at 7:41 pm
Moga TWI makin ramai dikunjngi orang..
11 August 2008 at 1:07 pm
saya putra dairi, saya sekarang merantau di jawa, mudh2an semua anak rantau ingat akan kota kelahirannya.. n dapat memajukan kota sidikalang..
15 August 2008 at 11:58 am
aq nak sdklang.. aq bangga mnjdi nak sdk… skrg aq kuliah di jogja… cita2 Q ingin bahagiakn orangtua Q n AQ iNGIN MEMBANGUN SIDIKALANG KU Yang tercinta…..
18 August 2008 at 10:52 am
saya anak dairi, saya melihat banyak potensi pariwisata yang bisa mendatangkan pemasukan bagi kab.Dairi karena itu kita perlu memilih pemimpin yang kompeten yang mampu mempromosikan objek wisata di daerah kita dalam negeri maupun luar negeri. untuk kesejahtraan masyarakat dairi
18 August 2008 at 11:05 am
kami keluarga besar
Asmin Pakpahan
Juni Sitinjak
Anak-anak
Riduan Pakpahan, ST
Benri Pakpahan, S.Pd
Dimton Pakpahan, Amd
Rianto Pakpahan
Hotnaida Pakpahan
Anri Pakpahan
Gusti Pakpahan
Anned Pakpahan
Sebagai masyarakat dairi kami mau membangun dairi dengan setulus hati, kami punya satu kemampuan yang tidak diliki orang lain yaitu kami punya pendidikan dan kami mau membangun, pesan kami bagi calon2 bupati yang akan terpilih nanti agar memperhatikan objek pariwisata yang terabaikan di daerah kita. kesempatan ini saya mau mengucapkan salam pada alumni SMA Negeri I tigalingga stambuk 2004 aku rindu ma klen. hubungi aku ya…. 081397244454
19 August 2008 at 9:46 am
ai…. pa kbr smua anak dairi yG Lg di Perantauan…..
tETap semangat yach… jgn mudah putus asa…
n aNDALkAN TUhAN selalu….
aYO kiTA mbangun DAIRI kita tercinta……………..
dairi………………………………..
tggu aQ yach…………….
aQ janji aKn buat yG terbaik untuk mu….
bwt papa n mama Q………
aQ kangen bGt………………………
aQ cYank smua…………….
bwt julya br lingga yg di sumbul…..
aQ cYank u…
i mIZZ U bGt….
bwt smuany……….
doain aq yach…
supaya aQ bsa BrhaSIL
Ne friendsterQ…..
——-> imanueltarigan@yahoo.com
duw………………………………………………………
24 August 2008 at 2:11 am
Hai warga Dairi salam kenal……….
Pak-pak naing maju selangkah……
kata sapa???
jauh panggang dari api.
aq adlh org dairi n suku pak-pak asli..
kelahiran tigalingga.
marga UJUNG.
aq ga tau apa yg harus aq banggakan dari dairi,,
TWI bukanlah suatu kebanggaan karena tu adlh ciptaan Tuhan,hanya dipoles dikit aja.
haruskah kita bangga akn anugrah Tuhan,,,?
aq harap anda menjawab TIDAK.
karena anugrah adlh pemberian bukan perbuatan.
harus diakui bahwa org dairi sangat jauh..jauh..jauhhhhhhhhhhhhhh sekali tertinggal dari suku lainnya.apakah itu jg suatu kebanggaan??
itulah imege dairi buat aq..
aq sangat berharap bahwa aq salah……………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!
24 August 2008 at 2:15 am
salam kenal buat smoanya,
trim’s Mr. Tonggo, salut buat anda!!!
kontak: kenzo_okisuma@yahoo.com
hhtp:/kalakkaropunana.blogspot.com
5 September 2008 at 6:57 pm
halooo……smuanya..!
boha kabar di huta saonari?sehat do kan……
salam kangen bah…tu akka dongan na di SMK N 1 tercinta.
Lam tu maju na ma ate.Sai di ramoti Tuhan ma hita jala lam tu denggan na.
Salam kangen muse tu dongan2 alumni angkatan 2007 ate…….
Khususna kelas III PJ 1.
molo boi hubungi hamu au di no 081 398 597 383
Hu paima da ces………
Bravo Sidikalang
Maju TWI…….horas
6 September 2008 at 8:32 am
boha ma ningon khabar norlis pemilihan Bupati nama tokkin nai di huta hape lalap dosongoni dang adong perubahan, makana lalap ketinggalan kab. dairi
6 September 2008 at 5:58 pm
Bah….boha do tutu.Andigan do maju Dairi on?
Alai nang pe songoni,unang lupa hita ate…mamboan Dairi on di bagasan tangiang ta.
Tu warga Dairi na lao melaksanakan pemilihan bupati,pilih hamu ma sesuai dengan hati nurani.
Sai Tuhan ma namangaramoti pelaksanaan pemilihan bupati Dairi.Amin
Salam kenal jo muse hape bah…tu warga Tiga Lingga.
Ito Benri Pakpahan……di dia do hamu saonari??
Molo au halak Laeparira tepatna desa S.polling.
Syalom…..!
8 September 2008 at 11:21 am
trima kasih kepada semua orang-orang yang berpartisipasi dalam pembangunan TWI dairi. Saya sebagai anak Dairi sangat bangga, kampung saya tepatnya di Sumbul Pegagan
12 September 2008 at 6:17 pm
Ngemeng-ngemeng soal Taman Wisata Iman, jadi rindu Sidikalang, pengen pulang kampung.
Saya sudah di perantauan ketika TWI Sidikalang sedang dan selesai dibangun
Yang pasti, tiap saya pulang kampung, saya selalu sempatkan mengunjungi TWI dan tempat wisata yang lain di DAIRI.
Sebenarnya sih, masih banyak situs-situs menarik di Dairi, kebanyakan adalah panorama pengunungan dan tao:
.) Huta Silalahi Tao Toba,
.) Panorama Danau Toba sepanjang jalan ke Huta Silalahi,
.) Puncak,
.) Panatapan arah Tele,
.) Pesona Panorama Sawah Hijau di Lae Parira, arah Parongil
.) Pesona Pegununungan dan wide view, Karing
.) dll
Cuma, kebanyakan tidak diolah secara maksimal, kali memang ngga banyak orang tau sehingga ngga banyak yang datang. Ngga dikunjungi banyak orang, ngga memancing masyarakat setempat dan PEMDA untuk menyediakan prasarana dan sarana pendukung.
Kalo ada waktu, bagi teman-teman alumni SMA Negeri 1 Sidikalang, kunjungi juga blog SMA Negeri 1 Sidikalang.
@Jumadi Sihombing, salam kenal. Dulu sekolah di SDN 2 Sumbul Berampu?
@Benri Pakpahan, salam kenal. Dulu kuliah dimana, sekarang domisili dimana?
13 September 2008 at 7:44 am
hei B.pakpahan salam kenal juga, saya sekolah SMA N 1 Tigalingga, dan baru menyelesaikan studi S1 di UNIMED, oke salam kenal aja, mari kita bersama-sama saling mendukung dalam membangun dairi, khususnya mari kita ciptakan PAKPAHAN profesional di kab.dairi biar tahun 2015 nanti, dari keluarga kita bisa jadi Bupati dairi
15 September 2008 at 7:08 am
kangen bgt neh maen ke twi…
I Miss You Graphic Comments
15 September 2008 at 4:12 pm
HORAS……!
Hubege sian dongan di huta,lagi hahurangan pupuk ate?
Molo boi nian asa lebih diparrohahon jo masalah na sada on.Alana molo terlantar pupuk tu hita on,boha ma nasib ni suan suanan.
Tu Pemkab dairi,asa lebih di parrohahon distribusi pupuk tu hita halak Dairi on.
Tu bapak calon pemimpin Dairi,kalo boleh kita meminta,ga usah banyak janji janji kepada masyarakat.Yang penting,tunjukkan prestasimu tanpa merugikan orang lain.
Kita masyarakat Dairi sangat berharap,pemimpin yang terpilih nanti bisa membawa Dairi ini ke arah yang lebih baik.
Mudah-mudahan pemimpin yang terpilih nanti mau dan bisa mendengar aspirasi masyarakat.
***GOD BLESS US***
” I LOVE DAIRI ”
****
2 October 2008 at 4:40 pm
Njuah juah banta karina termasuk dengan2 i Sidiklang nai. Dairi hidup.
Dismar Padang
SMK HKBP SIDIKALNG, maju teruss…
4 October 2008 at 8:17 pm
salam kenal, numpang komen yach,
saya anak dari kec. sungai raya, jujur ke taman wisata iman baru sekali, tp momentnya masih kebayang, pengen sih kembali lg, tp mungkin laen kali aja. pertama kesana saya sama ibu tercinta, sayangya cam saya low bat…
salam kenal buat semuanya, it’s time to visit indonesia, twi (dairi) maju terus putra-putri dairi, salam sukses.
15 October 2008 at 6:48 pm
aq memang bukan lhr d sdk, aq tgl d sdk sjk kls 6 sd ( berarti aq jd anak sdk dong). aq sng bgt, trnyata ‘twi’ trknal ampe kluar sumatera, jak,makassar dll. karena itu kt hrs sm2 memelihara biar ‘twi’ ttp ok dan makin banyak org2 yg brknjung ksna. ‘twi’ me..gang banget!!!!
16 October 2008 at 11:55 am
Horas!!!
Hami pangaranto na sian huta Kentara mandokhon selamat ma tu Taman Wisata Iman, semoga ma lam tu dengganna asa boi gabe tempat wisata favorit jala mamboan goar ni Dairi.
Horas Dairi, Horas Sidikalang, Horas ma di Hita Saluhutna.
Tuhanta ma na Mandongani!
22 October 2008 at 9:14 pm
horas dairi. . .
horas sidikalang. . .
dairi memang is the best lah. . . .
smoga slalu sukses dairiku. . .
28 October 2008 at 8:14 pm
Horas!!!
Yuk….! kita berjuang untuk Dairi, kiranya Dairi menjadi lebih maju lagi
31 October 2008 at 9:22 am
hay…. warga dairi ttp maju truuuuuuzzzzzzzzz……
twi ttp bisa menjadi wisata go internasional…………
4 November 2008 at 8:31 am
Sayalom!!!, Maju trus untuk kota Dairi…………….!!!! GBU
7 November 2008 at 11:53 am
maju dairiku…
kta jangan malu jdi anak dairi
okey……
kta hars bangga..-
11 November 2008 at 10:27 am
rindu aku lihat tempat kampung halaman orang tuaku, walaupun aku bukan kelahiran disana tapi aku rindu banget pokoknya
11 November 2008 at 10:29 am
oh… iaa dalam waktu yang dekat ini.. aku mo mudik tuh kesana…
salam buat anak-anak sidikalang..
tunggu aku……………………..
11 November 2008 at 10:31 am
oh.iaa salam juga buat keluarga and krabat dekatku disana….
I…miss uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
11 November 2008 at 10:38 am
bwt anak-anak alumni st.petrus
salam dari aku rixman STTT(SiTampan Tiada Tara)
hahahahhahahahahah….wkwkwkwkkwkw….qkqkkqkqkq
I miss U all my man….
11 November 2008 at 11:47 am
bakune kbr weeeeeeeeeee………………………….
seeeeeeeeeehhhhhhhhhhhaaaaaaaaat ma ngo kaaaannnnnnn
12 November 2008 at 10:57 am
yach…. buat anak2 dairi & sekitarya
yach marilah membangun daerah kita dngan smangat yang tinggi….
okeyyyyyyy…….
15 November 2008 at 9:59 am
2 bulan yg lalu aq pulang ke sdk, tp krn wktnya mepet jd ga smpt k twi deh, pdhal dah kangen banget. buat anak anak dairi salam kenal. sebenarnya pgn kenal kalian, apalagi kt sama-sama merantau, kan kita bisa pulkam bareng.
18 November 2008 at 12:03 pm
lam kenal
18 November 2008 at 12:14 pm
nama q jonas meylan f banurea,lahir di sidikalang,rumah di belakang rumah sakit umum,30 menit dari twi…untuk yang kenal ma q,q tunggu comment u,sekarang q kuliah di pens its surabaya…dari daerah sidikalang yg dingin ke daerah surabaya yg panas banget….twi itu indah bgt,sayang kalo dilewatkan..
6 December 2008 at 10:48 am
njuah- njuah Dairi bakuna kabar dengan – dengan i sidikalang i sehat ngo kan?
hai teman – teman smk hkbp stam 2008
q rindu banget ma klian semua pada sehat kan? q tak kan lupa ma u smua!!!!!!!
saya sudah lama gak pulang ke sidikalang,aku merasa rindu banget ma sidikalang pa lagi ma taman wisata iman yang sangat indah rasanya tak ada lagi tempat wisata yang lebih indah dari pada twi menurut q!!!!!!! pokoknya kalau teman-teman datang ke Dairi jangan lupa kunjugi taman wisata iman ya!!!!!rugi rasanya kalau ga’ singgah
11 December 2008 at 7:11 am
sayangyah pak bupati DR.MP TUMANGGOR udah selesai masa jabatannya… gimana nasib twi di kepemimpinan yang akan datang??? tp sebentar lg kita bisa nikmatin tour n travel dgn mobil yang nyaman dari medan twi sidikalang soalnya denger2 putra beliau yg ketiga sedang berencana untuk membangun pariwisata dairi dan menyempurnakan taman wisata iman supaya dairi makin dikenal di mancanegara..dan mudah2an awal 2009 kita bisa nikmatin balap rally putaran sumatra utara di dairi tinggal menunggu keputusan federasi balap internasional apakah cocok atau tidak…untuk dijadikan kandidat world rally championship..mudah2an daerah dairi yang tercinta semakin mantap
11 December 2008 at 12:14 pm
yah mendahi karina pengeranto……….
selamat hari natal mo
dekket
tahun baru 2009..
klo tahun smakin baru
hatipun akan smakin baru…..
12 December 2008 at 5:07 pm
ikutan ach gabung
kenalkan orang nyasar dari dairi juga, sungairaya
salam
12 December 2008 at 5:44 pm
aq bangga banget jd nak dairi. q tggal d bangun, tw bangun gk????dket tu ma TWI…..tp q kngen ne pulkam da 6 bln q gk pulkam.gara-gara kul jg sih!!!!!! Hidup T W I
15 December 2008 at 2:15 pm
gue sih bngga ma TWI because, may honey hutana di bangun.jaditempat itu adlah tmpat qmi pcaran wktu bru jadian.krna di tmpat tu kmi prtma jdian Tuhan kasi brkat hingga skrang kmi ttap aj awet mpe tua ke gini dah opung2.thank’s to TWI…………….
15 December 2008 at 3:29 pm
nina kalak TWI bagus nian. Pas kutenggen benar juga. menurut aku, kita krina kennah menjaga TWI, mella kita mi si sampah unang kita buang sembarangan, perlebbe kan hal yang kecil kecil aja.Njuah.. juah…imeldakirana@ymail.com
22 December 2008 at 2:48 pm
Twi ada hal yang menarik, near jd penelitian q
22 December 2008 at 2:50 pm
ee h bukan near tapi ntar lg di 2009 ni mo jd tempat penelitian q, s ma an aT.., doain ya kawan2
27 December 2008 at 4:31 pm
aku lahir disana, aku tau bagaimana ceritanya TWI itu ada.
ceritanya singkatnya seperti ini, katanya dulu bu[pati dairi sedang jalan-jalan, eh mereka nyasar dibukit sitinjo itu. kan taulah itu dulu adalah hutan.mereka nyasar dan bupatinya hampi jatuh ke jurang, untung gak jadi jatuh. Ehhhhh tiba-tiba lihat jurang itu nampak kota sumbul yang begitu indah ditatap dari atas bukit.Tanpa sadar bupati kami menagis, dan dia berkata kanpa tidak bangun aja disini sebuah tempat wisata . nah setelah jadi anda bisa lihatkan keindahannya waooooooooo sangat indah.dijamin deh setiap orang yang datang tidak akan pernah lupa.
8 January 2009 at 11:46 am
Saya Ippes Manullang dari sumbul pegagan
TMI ?…..
Mantaplah nga ada duanya
8 January 2009 at 9:29 pm
Maaf nanya Tarombo PADANG BATANGHARI ?
Penggalan tulisan Pdt. Abednego Padang Batanghari tanggal 15 Agustus 2003. Utk konf. hub: (0627) 21460 & (0627) 433009 atau (0627) 21095
“Karena perpadanen, maka kami pinemper PARUBE HAJI yaitu SITAKAR, PADANG BATANGHARI dan TINENDUNG menjadi bersaudara dengan marga KABEAKEN dan LEMBENG”. Marga PADANG BATANGHARI bukan berasal dari Keturunan Marga Saribu Raja dan Limbong Mulana. Silsilah/ Tarombo mengenai marga Padang Batanghari.
ENMO: LAPIHIN SI SEU, LUBALANG TENGKU BARUS SIMERPERANGEN SEU BUENA, SIROH NARAP INDIHA NARI, ARAP RAPAN KAYU MBELLEN SOH MI BARUS.
[1] LUBALANG SEU, [2] PARUBE HAJI SEU ], [3] PARUBE HAJI SIKAL SEU, [4] PARUBE HAJI (PH) RIMBA SEU, [5] PH TAMBAK SEU, [6] PH DUMPAK SEU, [7] PH SENNANG SEU, [8] PH SIKKAL SEU, [9] PH DAKAL SEU, [10] PH RAMPAK SEU, 11] PH PANTUEN SEU, [12] Nan KANDAREN, PH SENNANG SEU; PH RUBUTU, 13] PH BARUS, [14] PH SELKAH, [15] PH DUBA, [16] PH BUNBUN, [17=1] PH PULAH, [18=2] PH RAMBE, [19=3] PH KURINTJI & PH LENCOH, [20=4] PH DALING, [21=5] PH TIMUR & PH PENJAH, [22=6] PH SERBUT, [23=7] PH KELLAS & PH BOUANG, [24=8] PARUBE HAJI, [25=9] SITAKAR; PADANG BATANGHARI; TINENDUNG, [26=10] BATANG, [27=11] JIMAT, [28=12] SI JAMBU; SILEUH dan SI PINEM, [29=13] NARING, [30=14] PENJAH, [31=15] BAJAK, [32=16] BULANG, [33=17] KORTAM, [34=18] GETTENG, [35=19] SI SEBAR; SI LANTAK (PAROLTEP) dan SI BUNGA PANCUR, [36=20] SI DOAL; SI RIMBA dan PINGGAN MATIO (Istri Raja Silahi Sabungan ?), [37=21] SI GERREK, [38=22] SI DEKKAR, [39=23] SI JOMBA, [40=24] SI RIO; SI POTIK, dan SI KEPPAS, [41=25] SI HELANG, [42=26] SI BETER, [43=27] SI NARING, [44=28] SI RATAH, [45=30] SI CINAR, [46=31] SI TUNGGUNG, [47=32] SI TOTANG, [48=33] SI NARIM, [49=34] SI LAJAR, [50=35] SI KEBBAS (PERKESEK), [51=36] SI TETAP dan SIKUNDUL dan (JESAYAS), [52=37] ETAM TEPANUS—JERGUK SOLFRIED—MARULI DONDA—ARSENI TJENDA—NANGIS – HELENA—DJAULI — BARITA URUS — ELSA PADAN, [53=38] Pdt ABEDNEGO.
————————————————————————————–
MULAI 17=1 s/d 53=38 UNTUK BANTU PEMBACA HITUNG PERBANDINGAN GENERASI ANTARA TOBA DGN PAKPAK-PADANG BATANGHARI
RAJA SILAHI SABUNGAN = generasi ke-5 dari si Raja Batak
PARUBE HAJI = KABEAKEN= generasi ke – 8 dari si Raja Batak
RAJA SILAHI SABUNGAN generasi ke-5 mengawini perempuan PINGGAN MATIO yang belum lagi lahir karena sebagai generasi ke-20 (beda 15 generasi)
8 January 2009 at 9:30 pm
Daftar Marga-marga Suku Pakpak (SUMBER: PAKPAK ONLINE)
Berikut adalah marga-marga suku pakpak :
Anak Ampun; Angkat; Bako; Banurea; Bancin,Berampu; Berasa; Beringin; Berutu; Bintang; Boangmanalu; Capah; Cibro;Gajah; Kabeaken; Kesogihen; Kaloko; Kembaren; Kudadiri; Limbong; Lingga; Maha; Maharaja; Manik; Matanari; Meka; Padang; Pasi; Penarik Pinayungan; Sagala; Sambo; Saraan; Sidabutar; Sikettang ;Simaibang; Sinamo; Sitakar; Sitongkir; Solin; Tendang; Tinambunan; Tinendung; Tumangger; Ujung.
KEMANA TIDAK DITEMUKAN MARGA PADANG BATANGHARI
8 January 2009 at 9:32 pm
PANITIA LUHUTAN BOLON PESTA TUGU, ADAT DAN BUDAYA
POMPARAN OMPU RAJA SILAHISABUNGAN
BOLAHAN AMAK LOHO RAJA 2008
Kami pomparan Ompu Raja SILAHISABUNGAN dengan tegas menyatakan, bahwa :
1.PARSONDUK BOLON (PERMAISURI) OMPU RAJA SILAHISABUNGAN ADALAH PINGGAN MATIO BORU PADANGBATANGHARI (yang belum lagi lahir karena sebagai generasi ke-20 dan Raja Silahi Sabungan sebagai generasi ke-5).
2.PARSONDUK BOLON (PERMAISURI) LOHO RAJA ADALAH RANIMBANI BORU PADANGBATANGBATANGHARI.
Dalam hal ini Loho Raja selaku anak sulung Raja Silahisabungan mempersunting putri tulangnya/pamannya (MARBORU TULANG)
3.MENOLAK DENGAN TEGAS DAN KERAS!!! PERNYATAAN PUNGUAN SIHALOHO RAJA DOHOT BORUNA SE-JABODETABEK, BAHWA PERSONDUK BOLON (PERMAISURI) LOHO RAJA ADALAH RANIMBANI BORU MATANARI
DIHARAPKAN KEPADA SELURUH POMPARAN SILAHISABUNGAN YANG TELAH TERHASUT OLEH PIHAK – PIHAK YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB (KEPENTINGAN TERSELUBUNG DAN PRIBADI) AGAR KEMBALI KEPADA SEJARAH YANG BENAR AKAN SILSILAH ASLI RAJA SILAHISABUNGAN YANG BERSUMBER DARI RAJA – RAJA TURPUK YANG SEBENARNYA BERADA DI DESA SILALAHI NABOLAK – PAK-PAK,DAIRI.
MAULIATE, SALAM SEJAHTERA…
HORAS… HORAS… HORAS…
13 January 2009 at 12:50 pm
saya kira sidikalang memang makmur,,,,
tp buat pemerintahan kabupaten dairi haruslah…
memantau kinerja para pegawai,
terutama jalan mulai merek hingga twi tak ada yang beres.
bagaimana mungkin bisa dikatakan twi indah tak ada duanya.
ya buat pemerintah kab.dairi,,,, ya tolonglah
mungkinkah orang percaya bahwa twi indah….? ya sebagian mungkin juga……
tp semoga sidikalang tetap maju trussssssssss….
14 January 2009 at 2:24 pm
waktu jalan-jalan ke twi, aku dapat brosur, yang antara lain memuat alamat website twidairi, tapai gak bisa di buka gmana nih…?????
10 July 2009 at 10:23 am
hai ito salm knal dari saya krista shinta dewi simamora. lagi dimana sekarang?
17 January 2009 at 9:53 am
numpang gabung, boleh donk….
saya juga anak dairi, asli laetanggiang sumbul pegagan,
sekarang tinggal di bogor, tahun baru 2009 saya pulang,
tapi tidak sempat mampir di TWI, tapi melihat dari Sumbul saja, wow… Tuhan memberikan yang indah di Dairi, banggalah.. jadi anak dairi, salam kenal.
20 January 2009 at 9:22 am
kangen neh
20 January 2009 at 6:17 pm
njuah njuah mo banta karina
bakune kabar persidiklang i karina
ya smua buat warga sidikalamg slm knal aja buat klen,,,,
singgah dulu ke twi yachhhh
24 January 2009 at 2:03 am
saya anak dairi asli juga lho…tapi baru 8 tahun tinggal n ker di Bali. harapan saya semoga TWI sebagai awal bangkitnya Pariwisata Sumatera Utara umumnya dan DAIRI khususnya yang siap mendampingi Bali sebagai Destinasi di Indonesia.
Bali dahulu juga seperti Dairi sekarang ini, tetapi masyarakat Bali berani bertaruh dan bekerja keras. pemerintah dan masyarakat bahu membahu tuk menjadikan Bali seperti sekarang ini.
Pemkab n Masyarakat Dairi harus jeli terhadap potensi2 alam yg ada di Dairi…hepeng do i sude…klo saya cermati pemandangan Alam di Bali selama ini tidak kalah beautiful deh dgn Dairi
30 January 2009 at 8:14 pm
Horas akka dongan-dongan anak Dairi….
Kembangkan terus kampung kita tercinta dengan potensi2 yang ada di dairi…
Horas…Horas….Horas….
Btw stella raja gukguk dulu smp st. Paulus ya? lam kenal ya, Aku jg alumni dari st. Paulus
31 January 2009 at 8:26 pm
ssyaloom, senang sekali saya masih bisa menuliskan respon disini. saya sangat bangga memiliki tanah dairi yang begitu kucintai jika teringat semua hal apalagi semasa sekolah senang sekali, dairi indahnya impianku terlahir darimu tinggal 18 tahun di dairi sungguh senang sekali sekolah dari sd sampai smk sungguh memang kau beri aku yang terbaik. mungkinlah suatu hari nanti ku bisa merawat dan menjagamu. tanah dairi kucinta kau selamanya.
salam baik dari saya berman sihombing mudah-mudahan dairi jaya terus
2 February 2009 at 12:14 pm
horas dairi
saya adalah asli nak dairi
mank sich taman wisata iman sangat indah
berman sihombing tu nak bansel yach?
salam kenal buat u
16 February 2009 at 3:47 pm
indah memang indah siapa bilang gak indah, tapi infrastruktur jelek udah jalannya banyak yang rusak dan kotor fasilitasnya kurang memadai, nah masyarakat belum sadar akan wisata, sense of servicenya tidak ada sehingga orang kapok dan gak mau datang lagi, abis pendatang di tekan harga dan di tipu banyak pungutan liar. malaysia aja yang pemandangannya kalah jauh sama danau toba bisa mengemas konsep konsep wisata sehingga WNI lebih mau kesana. waduh…sayang ya
16 February 2009 at 5:05 pm
saya heran di blog ini yang di sorot cuma TWI apa tidak ada pembangunan yang lain di kab, dairi ? dan kenapa cuma sidikalang yang dapat porsi besar di blog ini apa di kota kecamatan yang lain tidak ada pembangunan ??
kalo hanya TWI yang di banggakan saya kira masyarakat dairi masih tertinggal dengan kota lain di indonesia.
kita bandingkan dengan kota bontang di kalimantan timur pembangunannya cukup pesat karena pemerintahnya dan masyarakatnya mau membangun . Bontang itu ada di pedalaman kalimantan timur namun disana sudah ada mall
PLTMG. Taman mini singapura dan lain lain.
17 February 2009 at 12:53 pm
horas!!!!!!!!!!!!
17 February 2009 at 12:59 pm
Horas sidikalang
17 February 2009 at 5:28 pm
halo smuanya….boha kabar????
sehat do kan..
kangen neh ke TWI
kapan yah jalan jalan ke TWI lagi
o ya..teman teman alumni SMK N 1 Sidikalang,kapan kita bisa reunian??
dah kangen banget neh..
nungga marsigor-gor sihol i he he he he
salam kangen buat smua yang kenal ma aku ya..
GBU
17 February 2009 at 5:28 pm
halo smuanya….boha kabar????
sehat do kan..
kangen neh ke TWI
kapan yah jalan jalan ke TWI lagi
o ya..teman teman alumni SMK N 1 Sidikalang,kapan kita bisa reunian??
dah kangen banget neh..
nungga marsigor-gor sihol i he he he he
salam kangen buat smua yang kenal ma aku ya..
GBU
23 February 2009 at 6:31 pm
T.W.I.
Kurang Promosi!
24 February 2009 at 12:01 pm
horass…
26 May 2009 at 4:09 pm
DAIRI,,,,kampung gue gitu lho,gue masih ingat pertama ke TWI,,wah indah kebayang klo saya lg di yerusalem.naik turun tangga,air terjunya juga indah
ntar klo gue pulang kampung,gue akan usahain singgah di TWI,GOD BLESS
24 February 2009 at 5:16 pm
Hai DAIRI…?gmana kbr dari sana?
Q kangen banget but DAIRI/
tp ada bencinyasih>,,abis pemerintahnya kurang adil?
knal ga kampung parongil/laepanginuman,disitukan ada lae gonggonan,itulah tanah kelahiran Q?Q ksal bangtet da 3 tahun Q tinggalin tetap gtu22 gaga perkembangannya.
jalannya belum diaspl.belum masuki lampu?dimana prihatin pemerintah?jujur ya Q sedih lihat klampung Q?
bila ada mau komplen ma Q?terserah?//?hubungi @Q081260283678
or klik di linastg@yahoo.co.id
dah dlu ya kluhanku.semoga kedepan ada perubahannya?oh ya katanya diDAIRI da ya dibangun YAPIM,tu bagus lho soalnya khan Q dah siswi sanaYAPIM MABAR-MEDAN.jadei bergabuinglah bersama kami di kampus kita gtu?Q tunggu ya?//
7 March 2009 at 8:43 am
Horas semuanya,,q juga salah satu dari kalian yang bangga dgn Dairi, q lahir di dairi..besar di dairi sekolah di kota orang tapi kembali tuk mengabdi di dairi sampai n sekarang,,meski q sadar belum ada pembuatan q yang sangat membanggakan dairi..ehm boleh tanya ga ma NORDIS SIHOMBING? kamu alumni SMK 1 Sidikalang, stambuk berapa? coz q juga alumni SMKN 1, tambuk 2003………
17 June 2009 at 11:18 am
hy kak.. how `re u???
aq umi berenya pak dio nglan.
kakak msh ingat kan,??
da gmana kak??lancar2nya di sdk???
4 April 2009 at 9:49 pm
taman iman memang tempat wisata yang bisa membuat kita merasa bersyukur telah di lahirkan ke dunia.
horas simpang salak
6 April 2009 at 10:36 am
Horas Dairi, Salam dari saya putra toba kelahiran simalungun yang sekarang menetap di sidikalang. Semoga kita bisa menjaga persatuan walaupun kita berbeda beda suku, ras dan agama demi kemajuan kita dan dairi tercinta. Njuah-juah kita kerina. Shalom…….
8 April 2009 at 1:43 pm
aq jga nak sidikalang aq beru tumangger
siapa yg mau jadi temanku ni email aq ventytumanggor@yahoo.co.id
facebook:niccaayu@yahoo.com
add aq ya teman2
umur aq 20 thn
njuah2
23 April 2009 at 7:16 pm
syaloom…salam kenal dari saya yang bukan anak sidikalang tapi banyak tmen2ku di sana. sungguh bangga dengan si dikalang maju truzzz n jaya teruzz..TQ. Jblezzuz
1 May 2009 at 12:55 pm
saya org simalungun, trms ats partisipasi warga Dairi sehingga twi bs berdiri dan para pengunjung tidak merasa resah.Moga bapak bupati selalu mendungkung TWI,terutama dukungan dana. Mauliate tu hita sude,horas,mejuah-juah.
10 June 2009 at 8:51 am
org2 dairi ckrg da pd bgga yowwwwwwwwwwwwwwww.bravo dairi
17 June 2009 at 11:21 am
aq bangga jd nak
17 June 2009 at 11:23 am
horas sidikalang,,
aq bangga jd nak sidikalang,
tetap tingkatkan pembangunan SDK,
good luck
horas
18 June 2009 at 11:59 pm
HORAS………DONGAN2..!!!!!!!!!!
NA DI KALANG BARU
10 July 2009 at 10:26 am
horas…..temen2ku..
25 June 2009 at 11:54 pm
horas dongan2 anak gamupasi
TERUTAMA BUAT ELLUNG LIMBONG(LEONARDO LIMBONG DAN PACARNYA RIYANTA SIAHAAN)
27 June 2009 at 2:28 am
TWI…ok bangett…..
tapi aksesnya donk…..,jalannya itu lho..
kayaknya masih butuh improvement…
27 June 2009 at 2:31 am
kasihan TWI…begitu indahnya…..
terhapus oleh susahnya akses…,ada rencana gak itu diperbaiki pak bupati yang tercinta???
jalan donk sesekali kesana,pake angkot kalo perlu
biar tau susahnya…
10 July 2009 at 3:23 pm
Waktu kecil aku sering dibawa orang tuaku ke Sidikalang kampung oppung. kangen rasanya tapi oppung telah tiada.
Sekarang aku lg menuntut ilmu di negeri orang lain.
Kangen Indonesia, kangen Sidikalnang dan kangen oppung.
Kapan aku kembali ke sana, tunggu di TWI.
Salam
Daniel
15 July 2009 at 7:48 pm
manx………bnr tu my frendzzzz clo dairi tu pnya icon wiasta yang oke punya.bwt ank2 daiRi skrag wktu;a untk ngjagain k’indhan dairi so pthnkn yach,,,,,,,,,,,,,,,,
29 August 2009 at 7:33 pm
Santabi hu posting tu blogmuon!
Horas Tulang Antony dohot Jawaller,
Manjaha tulisan ni Tulang diblog on tanggal 16 Mei 2009 tindang imbulu, sai unang ma masa songon panaritaan di turi-turian Pulo Simardan ima Pulobatu. Hujahai do sumber tertulis sian hamu Matanari dohot Pdt Abednego Padang Batanghari songoni tulisan na asing di blog on, sasingtongna sala do na tersurat di Tugu boru Padang Batanghari dibaen nioloni Raja Silahisabungan. Dapot jala tarida mai sian:
1. Pengakuan tertulis mu Matanari ima ditaon 1917 ro rombongan sian Silalahi Nabolak manopot hamu Tulang Matanari mamboan dengke lanjaan diuluhon Lopi Sihaloho, Liddi Sihaloho dohot Kampung Dariammad Situngkir. Nasidaon sude dang jolma nalilu ro manopot hamu Matanari tu Balna
2. Persiapan Mubes 1967 ro utusan sian Silalahi ima Dangkit Sihaloho, Panengkat Situngkir, Pasar Ruma Sondi (ayah Djaulip Rumasondi), Tampe Raja Sidabutar, Mardoria Sidebang, Togi Sigiro. Nasida on ditingkii ro tu Balna tontu dang nalilu, alai naihut tutona sian najolo nijalo di Silalahi, Paropo dohot Parbaba pe mangaku Matanari do hula-hula ni Silahisabungan.
3. Risalah rapat tanggal 3 Nopember 1981 notulis Drs.R.M. Kaloko disi:
- V.I. Ruma Singap (Mantan Bupati Dairi jala mantan Ketua Umum Pembangunan Tugu periode tahun 1968 – 1974) mandok dang diboto ibana beha parmasuk ni Padang Batanghari gabe hula-hula di Musyawarah Besar tahun 1968
- Tampe Raja Sidabutar mandok mengakui 200% Matanari do hula-hula jala marga ni Opungboru Pinggan Matio. Ditaon 1943 dohot ditaon 1952 ibana marulak-ulak dohot tu Balna mangalap eme bona boni suanon, jala diakuhon ibana tingki umur 10 tahun ibana nunga dohot tu Balna mamereng Jabijabi Sumbaon Siraja Ongguk.
4. Pengakuan, V.I. Ruma Singap taon 2003 mandok sala do Padang Batanghari marga ni Oputaboru nadi Tugui, asa sanga dingolungkon ma nian disesai. Pada tanggal 11 Juli 2003 di Balna, V.I. Ruma Singap menegaskan dang hahadoli Sihaloho nasala alai hamu Tulang Matanari do, ai ditaon 1967 husuru do utusan mandapothon tu Balna on ai hamu do hula-hula.
5. Taon 2003, Raja Gading Ruma Sondi (pengusaha dan pemuka Silahisabungan Dairi) beliau sian dakdanak nadiboto ibana Matanari dari Balna-Sumbul Pegagan do hula-hula ni Oputa Silahisabungan. Dang huboto aha alana Padang Batanghari gabe hula-hula. Di tonggo raja Sihaloho di Silalahi ibana sandiri mandok tu raja-raja turpuk dukungon ta hahadoli Sihaloho naeng lao nasida tu Balna manopot Tulang Matanari, ai toho do nalao sipatotaon nasida.
6. Taon 2008 pertemuan di Hotel Mega Jakarta, Kol (Purn) Djapurba Situngkir,MBA par Paropo, songoni A. Ria Situngkir dohot A.Juwita Sinabariba par Parbaba mandok Matanari do marga niolini Opuboru Pinggan Matio.
7. Taon 2008 pertemuan di Handayani, Jend. Purn. Haposan Silalahi tidak menyangkal Matanari hula-hula, alai didok ibana lebih baik mempertahankan “Kesepakatan yaitu Padang Batanghari demi Persatuan” daripada menegakkan “Kebenaran yaitu Matanari tetapi berakibat Perpecahan”. Kalau memang hasil penelitian terbukti Matanari yang benar mari kita pesta besar. Ditambahkan gerenasi muda Johanes Sinabutar (Pegawai LIPI) dan Drs. Martua Raja Silalahi, MSi (Pegawai Pemda DKI) asa dibaen penelitian melalui Test DNA untuk membuktikan apakah Matanari atau Padang Batanghari yang benar hula-hula.
8. Tulisan ni Tulang Antony Matanari dohot Tulang Ir.Jawaller Matanari par Medan diblog on songoni di blog Pakpak Online searching di “Google” kemudian ketik “Pinggan Matio Matanari” disi dipatorang hamu Siraja Onggu Rumasondi dohot Raja Manungkun Pintubatu Hutabalian pomparan Raja Silahisabungan-Pinggan Matio Matanari adalah boru jabu di hamu Matanari jala namanjalo tano pauseang sahat tu sadarion di Balna. Alai dang binoto aha alana malah sian marga naduaon do najogal mandok natarsurat tarsuratma, terutama Djaulip Rumasondi anakni Pasar Rumasondi nadohot tu Balna di taon 1967 manopot hamu Matanari.
9. Taon 2003 Pdt Abednego Padang Batanghari mambaen tarombona mandok Raja Silahisabungan mengawini Pinggan Matio boru Padang Batanghari alai beda 15 sundut, sahat tu sadarion dang adong dope ralat, sanggahan manang tanggapan ni ibana tu tulisan ni Tulang Ir. Jawaller Matanari di blog Pakpak Online.
10. St.Letkol Purn M.P.P.Maha (marhuta di Depok) mandok dang toho Padang Batanghari par Simsim tulangta, nasintong Matanari sian Balna do. Hami Pakpak do umboto marga Pakpak. Hubege muse beasa marga Padang Drs. Datulam Padang, Kadis Pendidikan Dairi gabe dohot rombongan ni Pdt Abednego Padang Batanghari disomba2, tulang na di tukang2i nama.
Marpos niroha mahita Tulang molo di generasitaon dang dope tota, anggiat digenerasi naro. Pandok ni Jend.Purn. Haposan Silalahi molo hasil penelitian benar do Matanari mari kita pesta besar, sada perkembangan nadenggan. Horas…
27 September 2009 at 4:33 pm
q ISKA SIMAMORA lahir di buluduri,salam kangen buat sma n1laeparira.N buat anak dairi ..HORASSSSSSSSSSSS
30 September 2009 at 3:15 am
Taman iman??????
That’s one of most nice place that i ever visited.
i’m very missed it.
Now i’m work in batam………try to be a back bone for my family.
someday when i back to medan i,m promise i’ll go to
taman iman
15 October 2009 at 4:54 pm
njuah-njuah……..yap..! benar !….kalau datang kesumut..jangan lupa singgah ke taman wisata iman…..karena itu tempat yang dimana jika seseorang tidak mengunjunginya…padahal sudah kemedan!maka akan menyesal seumur hidup…….so..datanglah..kesana…njuah-njuah…..
5 November 2009 at 6:29 pm
Njuah-juah mendahi kene si kisediaken sarana en, sentabi mella ku pergunaken sarana en lako menuratken situk pesan mendahi karina Marga Padangbatanghari!
Njuah-juah mo bai Marga Padang batanghari karina i sisin portibien umumna, khususna mendahi Pdt Abednego Padangbatanghari!
Enggo mbue surat kukirim kami secara langsung mi alamat, bagi ma engket tulisan nami marga Matanari i Balna nai (Desa Pegagan Julu V Kecamatan Sumbul) mengenai sanggahan engket bantahan secara tegas sangga Pinggan matio Berru Padangbatanghari?????…… si memempar Raja Si pitu Turpuk pewaluhken Tambunan i blog ni Bang Loho’s, tapi oda hea marjabab kan ke nai Marga Padangbatanghari.
Sungkunsungkun nami kasa oda hea marbalas/merjabab ibaing kene?
Takut…….?.
bagima tulisan ni angka marga Sipitu Turpuk engket tambunan pe tong oda marjabab. Kasa pana….. ?
Antara lain lot isen tulisan ni Pomparan ni Loho Raja, jahai ke mo janah isen nai mijolon en merjabab mo antong!
———–Santabi hu posting tu blogmuon!
Horas Tulang Antony dohot Jawaller,
Manjaha tulisan ni Tulang diblog on tanggal 16 Mei 2009 tindang imbulu, sai unang ma masa songon panaritaan di turi-turian Pulo Simardan ima Pulobatu. Hujahai do sumber tertulis sian hamu Matanari dohot Pdt Abednego Padang Batanghari songoni tulisan na asing di blog on, sasingtongna sala do na tersurat di Tugu boru Padang Batanghari dibaen nioloni Raja Silahisabungan. Dapot jala tarida mai sian:
1. Pengakuan tertulis mu Matanari ima ditaon 1917 ro rombongan sian Silalahi Nabolak manopot hamu Tulang Matanari mamboan dengke lanjaan diuluhon Lopi Sihaloho, Liddi Sihaloho dohot Kampung Dariammad Situngkir. Nasidaon sude dang jolma nalilu ro manopot hamu Matanari tu Balna
2. Persiapan Mubes 1967 ro utusan sian Silalahi ima Dangkit Sihaloho, Panengkat Situngkir, Pasar Ruma Sondi (ayah Djaulip Rumasondi), Tampe Raja Sidabutar, Mardoria Sidebang, Togi Sigiro. Nasida on ditingkii ro tu Balna tontu dang nalilu, alai naihut tutona sian najolo nijalo di Silalahi, Paropo dohot Parbaba pe mangaku Matanari do hula-hula ni Silahisabungan.
3. Risalah rapat tanggal 3 Nopember 1981 notulis Drs.R.M. Kaloko disi:
- V.I. Ruma Singap (Mantan Bupati Dairi jala mantan Ketua Umum Pembangunan Tugu periode tahun 1968 – 1974) mandok dang diboto ibana beha parmasuk ni Padang Batanghari gabe hula-hula di Musyawarah Besar tahun 1968
- Tampe Raja Sidabutar mandok mengakui 200% Matanari do hula-hula jala marga ni Opungboru Pinggan Matio. Ditaon 1943 dohot ditaon 1952 ibana marulak-ulak dohot tu Balna mangalap eme bona boni suanon, jala diakuhon ibana tingki umur 10 tahun ibana nunga dohot tu Balna mamereng Jabijabi Sumbaon Siraja Ongguk.
4. Pengakuan, V.I. Ruma Singap taon 2003 mandok sala do Padang Batanghari marga ni Oputaboru nadi Tugui, asa sanga dingolungkon ma nian disesai. Pada tanggal 11 Juli 2003 di Balna, V.I. Ruma Singap menegaskan dang hahadoli Sihaloho nasala alai hamu Tulang Matanari do, ai ditaon 1967 husuru do utusan mandapothon tu Balna on ai hamu do hula-hula.
5. Taon 2003, Raja Gading Ruma Sondi (pengusaha dan pemuka Silahisabungan Dairi) beliau sian dakdanak nadiboto ibana Matanari dari Balna-Sumbul Pegagan do hula-hula ni Oputa Silahisabungan. Dang huboto aha alana Padang Batanghari gabe hula-hula. Di tonggo raja Sihaloho di Silalahi ibana sandiri mandok tu raja-raja turpuk dukungon ta hahadoli Sihaloho naeng lao nasida tu Balna manopot Tulang Matanari, ai toho do nalao sipatotaon nasida.
6. Taon 2008 pertemuan di Hotel Mega Jakarta, Kol (Purn) Djapurba Situngkir,MBA par Paropo, songoni A. Ria Situngkir dohot A.Juwita Sinabariba par Parbaba mandok Matanari do marga niolini Opuboru Pinggan Matio.
7. Taon 2008 pertemuan di Handayani, Jend. Purn. Haposan Silalahi tidak menyangkal Matanari hula-hula, alai didok ibana lebih baik mempertahankan “Kesepakatan yaitu Padang Batanghari demi Persatuan” daripada menegakkan “Kebenaran yaitu Matanari tetapi berakibat Perpecahan”. Kalau memang hasil penelitian terbukti Matanari yang benar mari kita pesta besar. Ditambahkan gerenasi muda Johanes Sinabutar (Pegawai LIPI) dan Drs. Martua Raja Silalahi, MSi (Pegawai Pemda DKI) asa dibaen penelitian melalui Test DNA untuk membuktikan apakah Matanari atau Padang Batanghari yang benar hula-hula.
8. Tulisan ni Tulang Antony Matanari dohot Tulang Ir.Jawaller Matanari par Medan diblog on songoni di blog Pakpak Online searching di “Google” kemudian ketik “Pinggan Matio Matanari” disi dipatorang hamu Siraja Onggu Rumasondi dohot Raja Manungkun Pintubatu Hutabalian pomparan Raja Silahisabungan-Pinggan Matio Matanari adalah boru jabu di hamu Matanari jala namanjalo tano pauseang sahat tu sadarion di Balna. Alai dang binoto aha alana malah sian marga naduaon do najogal mandok natarsurat tarsuratma, terutama Djaulip Rumasondi anakni Pasar Rumasondi nadohot tu Balna di taon 1967 manopot hamu Matanari.
9. Taon 2003 Pdt Abednego Padang Batanghari mambaen tarombona mandok Raja Silahisabungan mengawini Pinggan Matio boru Padang Batanghari alai beda 15 sundut, sahat tu sadarion dang adong dope ralat, sanggahan manang tanggapan ni ibana tu tulisan ni Tulang Ir. Jawaller Matanari di blog Pakpak Online.
10. St.Letkol Purn M.P.P.Maha (marhuta di Depok) mandok dang toho Padang Batanghari par Simsim tulangta, nasintong Matanari sian Balna do. Hami Pakpak do umboto marga Pakpak. Hubege muse beasa marga Padang Drs. Datulam Padang, Kadis Pendidikan Dairi gabe dohot rombongan ni Pdt Abednego Padang Batanghari disomba2, tulang na di tukang2i nama.
Marpos niroha mahita Tulang molo di generasitaon dang dope tota, anggiat digenerasi naro. Pandok ni Jend.Purn. Haposan Silalahi molo hasil penelitian benar do Matanari mari kita pesta besar, sada perkembangan nadenggan. Horas…—–
Jala horas ma tutu dihamu amang boru Pomparan ni Raja Loho Raja na pasanga tingkina manurat di blog on!
Sekali nari Njuah juah mo mendahi karina Putra/putri Dairi- Sidikalang, sekaligus salam kenal, sebelum dan sesudahna kami mohon maaf mula lot pengakap nene pemahan nami kurang sopan atas tulisan en. Tuhan memberkati!