11 November 2007...5:16 am

Menantikan Geliat Aceh Singkil

Jump to Comments

The Muse
Fisrt published on Harian Global, Nov 5 ‘07

laut lepas samudera indonesia

Aceh Singkil adalah satu dari 18 kabupaten yang ada di daratan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Berada di ujung barat daya provinsi, hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan, pada 20 April 1999.Sebagian wilayah Aceh Singkil masih berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

akho, 80Kabupaten seluas 3.578 km² ini terdiri dari dua wilayah, yakni daratan dan kepulauan. Salah satunya kepulauannya yang berpotensi adalah Kepulauan Banyak (dengan 99 pulau kecil), yang kini dikenal menjadi ikon wisata bahari kabupaten bependuduk 120.043 jiwa itu.

Aceh Singkil berada di jalur barat Sumatera yang menghubungkan Banda Aceh – Medan dan Sibolga. Sayang, jalur transpotasi darat yang bergunung-gunung dan sebagian mengalami kerusakan, membuat perjalanan ke Aceh Singkil serasa melelahkan.

desa kuala baruSelain itu, di sepanjang daratan Aceh Singkil sebagian besar adalah lahan rawa. Sehingga tak heran jika musim hujan tiba, akan berpotensi besar menjadi banjir. Belum lagi luapan air dari laut, yang sewaktu-waktu bisa menggenangi pemukiman penduduk di tepi laut.

Ahko, 80 tahun, salah satu penduduk Desa Gosong di Kecamatan Suro Baru menuturkan, jika musim hujan tiba, sudah menjadi hal biasa jika rumah mereka tergenang oleh luapan air laut. “Paling susah, jika hujannya turun pada malam hari. Sangat merepotkan,” ujar kakek yang juga bekerja sebagai nelayan itu, walau tak sering lagi.

Daerah rawa di sepanjang daratan Aceh Singkil pun hingga kini tampaknya masih belum bisa dioptimalkan oleh masyarakat setempat. Maka tak heran jika mereka masih mengharapkan sumber mata pencaharian dari laut.

Meski demikian, setitik harapan mulai tampak. Kini pemerintah setempat sedang merancang strategi peningkatan kesejahtreaan masyarakat Aceh Singkil dengan memfokuskan diri pada program pengembangan pariwisata.

Sasaran utamanya adalah Pulau Banyak dan Kuala Baru, yang kelak diwujudkan menjadi lokasi ekowisata andalan Aceh Singkil. Tapi, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya.

Foto-foto: Tonggo Simangunsong

8 Comments


Leave a Reply