14 April 2008...6:01 am

Pumpin & Hiphop Fashions

Jump to Comments

[The Muse; Tonggo Simangunsong]

Hiphop memang bukan sekadar musik. Tapi juga menyangkut lifestyle (gaya hidup). Satu di antaranya adalah soal fashions.

MEDAN HIPHOPSesuai dengan perkembangan sejarahnya, Hiphop adalah sebuah budaya musik yang awalnya muncul dan dibesarkan oleh imigran Afrika di Amerika.

Di Amerika sendiri, Hiphop memiliki wilayahnya masing-masing. Seperti, wilayah Eastcoast (Pantai Timur), Westscoast (Pantai Barat), Southcoast (Pantai Selatan). Masing-masing wilayah memiliki karakter musiknya masing-masing, yang jelas masih dalam satu genre; bernama “Hiphop”.

Hiphop memiliki elemen tersendiri yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain seiring dengan perkembangannya. Ada Rap atau awalnya lebih dikenal dengan Microphone Controler [– MC], Skater, Grafity dan Turntablist. Uniknya, semua elemen Hiphop tak pernah dilepaskan dari elemen busana (fashion).

“Fashion dalam Hiphop adalah simbol. Aneh, saja anak Punk memakai pakaian gombrong,” ujar Genta, rapper Medan yang tergabung dalam “Illegal Rhymes”, tersenyum.

Secara umum, busana Hiphop memiliki karakter tersendiri. Seperti, celana khaki (gombrong), kaus ukuran besar (serba molor), sepatu boot lars panjang Timberland, topi dimiringkan. Juga, assesories lainnya seperti kalung, cincin, jam tangan dan beberepa elemen lainnya.

Genta menjelaskan sedikit karakter fashion Hiphop berdasarkan wilayah keberadaan Hiphop itu sendiri. “Kalau fashion Hiphop Wescoast seperti New York biasanya lebih fresh. Penyesuaian warna lebih diperhatikan. Yang lebih matching. Assesorisnya juga tidak berlebih-lebihan,” ujarnya.

Ini kebalikan dari Hiphop ala Southcoat yang lebih mendominasikan unsur kemewahan. Beberapa merk yang cukup mendominasi busana Hiphop di antaranya Sean John, Bathing Ape, Roca Wear, Phat Farm, Fubu, Getto.

Nah, bagaimana dengan Medan? Menurut pendapat Eitaro, seorang Hiphoper Medan, anak muda Medan lebih condong ke arah Westcoat, yang tampil lebih relaks dan santai.

“Lebih ke arah ngeclub sih. Lebih ke arah komersil. Ini tak lepas dari pengaruh Hiphop yang lebih sering kita lihat lewat media. Seperti Litlle John, Soldier Boy misalnya,” komentar lelaki keturunan Jepang itu.

Ronnie, pemilik Pumpin distributor yang menyediakan aneka busana Hiphop sependapat dengan Eitaro. “Sejauh ini perkembangan Hiphop di Medan kayaknya lebih maju dari tahun-tahu sebelumnya. Begitu juga soal kegemaran mereka dalam berbusana, yang belakangan rada-rada meniru gaya Hiphop,” jelasnya kepada The Muse, Kamis (10/4) kemarin ketika ditemui di tokonya yang beralamat di Jalan Zainul Arifin itu.

Hiphop memang tak bisa disamaratakan. Tak bisa juga diadaopsi begitu saja. Dan ini sebenarnya tak ditampis oleh Genta. “Hiphop bukan budaya kita. Jadi, tidak munngkinlah kalau kita meniru semua yang adap ada mereka, termasuk busana sampai yang paling mewah,” katanya.

Ronnie sendiri berpendapat, sejauh ini memang minat anak muda Medan masih tak neko-neko. “Tak mungkinlah anak Medan mau sampai membel assesories, yang semuanya berbahan berlian murni. Harganya mencapai puluhan juta,” katanya tertawa.

Ia menjelaskan, sejauh ini fashion Hiphop yang paling diminati oleh pengunjung di tokonya itu, seperti jacket dan baju bola basket. Sepatu “Airwalk” yang harganya masih terjangkau (Rp 550 ribu), dan beberapa jenis topi dan assosories. Soal busana Hiphop Southcast yang mononjolkan kemewahan itu sendiri, menurut Ronnie dan teman-temannya, tak lebih dari sekadar ekspresi.

Jaypey, salah seorang Rapper Medan berpendapat, kemewahan itu bisa saja sebuah ekspresi atas hidup mereka yang sudah mulai mapan. “Dulu kan mereka kulit Hitam dan ditindas. Sekarang mereka ingin menunjukkan bahwa mereka sudah mapan dan besar,” katanya.*

1 Comment

  • buatnya pumpin moga banyak peminatnya y,aku mau ngasih masukan ne
    buat nya bro (ronni) bro kan yg punya pumpin tsb? menurut aku coba dunk bro jalan2 k sibolga? d sini kita ada para rapper juga, memang jumlahnya tidak sebanyak yg ada d medan sana,begini bro, mreka yg berstatus rapper susah buat mreka nyariin clothingan hiphop d sibolga,dan juga kurang informasi
    klo d internet kan blm tentu perfeck,apa slah nya bro ngelihat situasi d sini dan ngebuka cabang pumpin d sini,cuma itu yg bsa aku kasih masukan sory y bro klo aku ada salah ngomong,respec buatnya ucok munte,rodo,twenty for said,dan juga hiphoppers lainnya.smoga bendera hiphop tetap berkibar


Leave a Reply