Tonggo Simangunsong
Tubuh Afa (13) tampak lemas tak berdaya setelah bius mulai bekerja dalam tubuhnya. Empat orang petugas balai konservasi langsung memboyongnya. Beberapa langkah keluar dari kerangkeng, ia terjatuh lemas. Beberapa menit kemudian ia pun dihuyung kembali. Dan dimasukkan ke dalam sebuah peti berdiameter 1,5 meter.
Afa tak sendiri. Ia bersama Ronaldhinho (5), Kliwon (6), Pinky (7), Prince (8), Jhonny (8), dan John (11). Ketujuhnya telah menjalani perawatan intensif selama 30 hari di kawasan konservasi Sumatra Orangutan Conservation Programme (SOCP) Sibolangit, Sumatra Utara setelah sebelumnya disita dari tangan masyarakat. Dan, Kamis sore (9/10) kemarin adalah awal keberangkatan mereka menuju kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Provinsi Jambi.
Pemulangan yang diselenggarakan oleh Yayasan Ekosistem Lestari bekerjasama dengan Departemen Kehutanan BKSDA dan Frankfurt Zoological Society (FZS), ini kali kedua setelah 2002 silam. Ketujuhnya merupakan bagian dari 108 habitat Orangutan (Pongo abelii) yang dikonservasi di SOCP dan dipulangkan ke TNBT.
Sofyan Tan, ketua yayasan lingkungan hidup YEL menjelaskan, pemilihan Jambi sebagai lokasi konservasi selanjutnya didasarkan pada SK Menhut No.280/Kpts-11/1995 tentang Rehabilitasi Orangutan dan Habitatnya. Pada surat keputusan itu dijelaskan bahwa Orangutan Sumatra sebaiknya ditempatkan di kawasan yang memiliki kecukupan pangan.
Selain itu, Orangutan biasanya akan selalu mencari lokasi yang lebih rendah. Ini memungkinkan mereka akan bertemu dengan manusia (yang dikhawatirkan kelak akan menangkap mereka). Maka, demi keamanannya, habitat mereka sebaiknya berada di dataran setinggi 750 mdpl.
“Kawasan konservasi di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Jambi merupakan salah satu kawasan yang memenuhi kriteria-kriteria itu. Di kawasan ini mereka akan mendapatkan makanan yang cukup. Dan kemungkinan (yang tak diinginkan) bahwa mereka mengalami konflik dengan manusia sangat tipis,” jelas Sofyan Tan.
Di Sumatra sendiri diperkirakan terdapat 6.500 populasi Orangutan Sumatra yang tersebar di beberapa kawasan seperti Nangroe Aceh Darussalam, Taman Nasional Gunung Leuser Langkat, kawasan hutan Batang Toru, Jambi dan Dairi.
Menurut Sofyan Tan, selama ini telah ada sebanyak 144 Orangutan yang telah disita dari tangan masyarakat. Ini demi keselamatan dan kelangsungan hidup mereka. “Mereka harus dilindungi. Kita tidak ingin kelak populasi mereka punah,” jelas Sofyan. Afa dkk (dan kawan-kawan) adalah tujuh populasi di antara mereka.
Kamis malamnya Afa dan dkk akan dibawa ke kawasan konservasi TNBT Jambi dengan menempuh perjalanan darat selama sekitar 30 jam. Sesampai di sana, ketujuhnya akan diserahkan ke tangan FZS, yayasan lingkungan hidup yang nantinya akan melepaskan mereka ke alam bebas.
Foto: Tonggo Simangunsong.




