Home > MUSIC > GUNS N’ ROSES: Tak Lagi Menunggu “Chinese Democracy”

GUNS N’ ROSES: Tak Lagi Menunggu “Chinese Democracy”

Tonggo Simangunsong
[full article]

chinese-democracy“Chinese Democracy” , album Guns N’ Roses yang pernah dijuluki “The Most Expensive Album Never Made”, akhirnya akan dirilis 23 November ini. So, “Just a little patient, dude…”

Sial benar nasib Kevin Cogell di penghujung Agustus lalu. Ketika sedang asyik ngeblog tiba-tiba tamu tak diundang mampir di kediamannya di Culver City, Los Angeles. Tamu itu adalah agen FBI, yang ternyata telah memata-matai gerak-geriknya sejak Juni lalu. Tanpa menunggu lama, bloger berusia 27 tahun itu pun segera diringkus.

Apa pasal? Ini semua gara-gara “Chinese Democracy”, album Guns N’ Roses yang sempat membuat orang tidak sabaran dan bikin geram seantero dunia.

Coba tengok, sejak digarap tahun 1994 lalu (atau sekitar 15 tahun sesudah album kelima Guns N’ Roses “The Spaghetti Incident?” dirilis), perilisan album itu kerap tertunda-tunda. Akibatnya, tak hanya fans yang geram, tapi juga media. Dan, bloger yang mengaku penggemar berat band yang dimotori Axl Rose itu adalah salah satu fans yang geram bukan main dibuatnya.

Seperti dijelaskan juru bicara FBI Thom Mrozek, Agustus lalu, Kevin terbukti telah melanggar undang-undang federasi tentang hak cipta. Soalnya, sejak Juni sebelumnya ia telah mengupload 9 track album “Chinese Democracy” tanpa ijin di blognya: antiquiet.com.

Ini adalah tindakan ilegal, baik menurut etika bloger maupun undang-undang federasi wilayah Los Angeles. Sebagai sanksinya, ia pun didenda 10 ribu dolar AS. Jika tidak, maka ia terpaksa harus mendekam di tahanan federasi setidaknya 3 hingga 5 tahun! Itu masih sanksi awal.

“Guns N’ Roses sudah mengingatkan sebelumnya bahwa siapa saja yang melanggar otoritas hak cipta kami akan berhadapan dengan hukum,” kata juru bicara Guns N’ Roses, Larry Solters, seperti dikutip E!Online sehari setelah penangkapan.

Tapi, “Just a little patient…” Meski telah mengaku salah, Kevin punya argumentasi kuat.

Kevin Cogill, yang menyebut diri sebagai “Skwerl“ di blog yang ia bangun tahun 1996, sejak lama memang sudah tidak sabaran menunggu dikeluarkannya album “Chinese Democracy” yang direkam Black Frog/Geffen Record dan diproduseri Axl Rose dan Caram Costanzo itu.

“Crying Chinese Democracy”

Dalam artikelnya berjudul “Crying Chinese Democracy” yang diposting 6 Juni lalu, Skwerl mengungkapkan kekesalannya soal penundaan album itu. Di artikel editorialnya ia menulis argumentasinya dengan gaya bertutur vulgar penuh kekesalan. Berkali-kali ia mengumpat dan menyayangkan sikap Axl dan Geffen yang seakan-akan tidak menghargai fansnya.

“Sejak usiaku masih 14 tahun album ini sudah kutunggu-tunggu,” tulisnya. “Saya sudah cukup lama menunggunya selama hampir separuh usiaku. Tapi, Axl dan Geffen kerap menunda-nundanya. Aku sudah muak dengan alasan-alasan mereka,” tulisnya jengkel.

Ia memaparkannya argumentasinya lagi di blog yang diberi tagline “Uncesored Music Reviews & Interviews” itu. Rentang tahun 2001 dan 2002, Axl membentuk formasi baru Guns N’ Roses pasca hengkangnya Izzy Stradlin dan trio yang dijuluki “Velvet Revolver” (Slash, Duff McKagan dan Matt Sorum) – ini adalah formasi masa keemasan Guns N’ Roses.

Saat itu juga diperkirakan “Chinese Democracy” akan dirilis. Sebab, Guns N’ Roses pasca masuknya Dizzy Reed, Robin Finck, Tommy Stinson, Chris Pitman, Brian Mantia, Richard Fortus dan Ron “Bumblefoot” Thal – formasi saat ini – sudah mulai menggelar road show dan mengeluarkan singel-singel baru.

Kemudian, dikabarkan album itu akan dirilis tahun 2003, namun batal. Direncanakan juga bahwa album ini akan dirilis pertengahan Desember 2006 lalu, namun batal juga.

Saat itu Axl beralasan, seperti ia ditulis pada situs resmi Guns N’ Roses, jadwal tour yang berseberangan dengan pengerjaan albumlah yang mengakibatkan penundaan perilisan “Chinese Democracy”.

“Band membutuhkan waktu yang serius untuk menyelesaikan album ini. Di sisi lain, jadwal tour kami yang sibuk tidak memungkinkan band untuk menyelesaikannya dengan baik. So, perilisan ‘Chinese Democracy’ terpaksa ditunda. Kami harapkan pengertian fans, dan kami mohon maaf atas penundaan ini,” tulis Axl, frontman band berusia 46 tahun itu.

Saat itu juga Axl mengumumkan pemecatan Merck Mercuriadis, manager band yang ikut serta memainkan instrumen di awal kemunculan kembali Guns N’ Roses juga dalam rangkaian tour band baru-baru ini. Mercuriadis dinyatakan dipecat sejak Oktober sebelumnya. Dikabarkan, sebelumnya Axl dan Mercuriadis sempat berseteru soal jadwal perilisan “Chinese Democracy”.

Kemudian, dijadwalkan album ini juga akan dirilis Maret 2007 lalu. Pasalnya, pada 22 Februari sebelumnya, road manager Guns N’ Roses Del James mengumumkan bahwa rekaman “Chinese Democracy” sudah hampir selesai digarap dan sedang menjalani proses mixing. “Tapi, hingga Maret, album itu belum nongol juga,” tulis Skwerl di blognya.

Skwerl memang sangat menyayangkan penundaan berkali-kali itu dan bahkan memaki-maki Axl Rose dan Geffen karena telah membuat fansnya kecewa. Di blog itu ia berkomentar blak-blakan soal penundaan itu bahkan dengan kata f******.

Ia juga mengait-ngaitkan argumennya dengan artikel Jeef Leeds, “The Most Expensive Album Never Made”, yang dimuat di koran The New York Times, 6 Maret 2005 lalu. Di artikel itu disebutkan, Tom Zutaut dari Geffen Record yang semula menangani penggarapan “Chinese Democracy” telah mengeluarkan biaya lebih dari 13 juta dolar AS. Berdasarkan data produksi Geffen, ‘Chinese Democracy’ adalah album termahal yang pernah digarap namun tak pernah dirilis.

Mengapa sampai selama itu? Dan apa pula penyebabnya?

“Masalahnya, salah satu cara untuk tidak mengembalikan 13 juta dolar AS itu ialah dengan membuat album bagus. Jika tidak, segala upaya marketing dan strategi promosi akan sia-sia,” tulis Skwerl.

Diproyeksikan, album ini akan mengulangi kesuksesan “Appetite for Destruction” yang dirilis tahun 1987. Rekor penjualan album itu sendiri mencapai 15 juta kopi di seluruh dunia dengan rata-rata sekitar 5.000 sampai 6.000 terjual per minggu. Bahkan, berdasarkan survey SoundScan, album itu merupakan salah satu album yang masih tetap popoler dan dicari-cari. Di akhir tahun 2005 saja album ini masih terjual sebanyak 192,000 kopi.

Namun, menurut Sebastian Bach, penundaan “Chinese Democracy” sebenarnya memiliki alasan kuat. Bahkan, ia menjelaskan album itu akan dibuat dalam format trilogi (dengan konten 3 album sekaligus) di mana salah satu bagiannya juga akan dirilis tahun 2012. Ia menyebut album itu akan menjadi “the four records worth material.”

“’Chinese Democracy’ akan menjadi album yang sangat fenomenal. Tangan dingin Axl yang begitu artistik seperti Anda pernah mendengar ‘November Rain’ akan terulang kembali,” kata Sebastian Bach, seperti dilansir dari situs Youtube.com.

Sebelumnya, pernyataan Sebastian Bach mungkin masuk akal. Sebab, dikabarkan ada sekitar 100 lebih track di album itu. Axl mengkategorikan beberapa track di dalamnya: 20 a-list dan 40 b-list. Namun, rumor dan ungkapan eks-frontman band Skid Row itu sepertinya meleset.

Geffen sepertinya sangat ngotot ingin mengulangi kesuksesan “Appetite for Destruction” dengan “Chinese Democracy”. Selain booming “Appetite For Destruction”, Guns N’ Roses juga pernah membuat sejarah dengan merilis “Use Your Illusion I” dan “Use Your Illusion II”, tahun 1991 lalu. Bila dihitung, sejak debut mereka di tahun 1987, penjualan album band ini telah mencapai 90 juta kopi di seluruh dunia!

Namun terlepas dari itu, “Chinese Democracy” dengan sendirinya memang telah menjadi sorotan. Terlebih dengan ulah Kevin ” Skwerl” Cogill dengan argumen-argumen pedasnya itu. Juga sindiran-sindiran halus oleh media-media hiburan Amerika.

“Just a little patient…”

Fans berat adalah fans yang setia, dan terkadang memang ia harus membayar mahal untuk itu. Pada Maret 2006, Kevin sempat menyaksikan konser Guns N’ Roses formasi baru di Los Angeles. Band itu berkolaborasi dengan Sebastian Bach, yang menurut Kevin, penampilan mereka di konser itu sungguh memukau.

“Betapa memukaunya band itu. Musik dan sound yang sangat hebat. Saat itu saya semakin menginginkan agar ‘Chinese Democracy’ segera dirilis… . So, just release the f****** album,” tulis Skwerl. “Just a little patient…, Skwerl.”

Melalui situs resminya, pada 22 Oktober lalu, Guns N’ Roses telah mengumumkan jadwla perilisannya. Meski perilisan “Chinese Democracy” masih akan menunggu 23 November ini, album ini sudah bisa didapat melalu situs BestBuy.Com. Melalui situs resmi Geffen.Com juga diumumkan 11 November lalu, single “Chinese Democracy” sudah bisa dibeli (diunduh) lewat Napster.Com atau iTunes.

“Perilisan ‘Chinese Democracy’ adalah sebuah sejarah baru rock n’ roll, “ kata co-managers Irving Azoff dan Andy Gould. Album ini berisi 14 track. Di antaranya telah membuat debut sendiri. Seperti “Shackler’s Revenge”, yang pada September 14 lalu resmi dipakai untuk soundtrack video game “Rock Band 2”. Dan, “If The World” yang juga bisa didengar pada film “Body Of Lies”, yang sudah diputar di bioskop sejak 11 Oktober lalu.

Bersamaan dengan waktu peluncuran “Chinese Democracy”, Guns N’ Roses dan Geffen juga akan serta merta merilis rekaman ulang “Appetite For Destruction”, album yang melejitkan band itu.

Ya, semoga saja Axl dan Geffen tidak membuat kejutan lagi dengan menunda perilisan “Chinese Democracy”. Masalahnya, Dr. Pepper, salah satu produsen minuman ringan Amerika, sudah sempat berjanji akan memberikan masing-masing sekaleng untuk setiap pembeli album itu. Bonus itu berlaku hingga 28 Februari.

“Kami tak pernah menyangka bahwa hari yang dinantikan itu akan tiba,” kata Tony Jacobs, Vice President of Marketing Dr. Pepper. “But now that it’s here all we can say is: The Dr Pepper’s on us.”
“Chinese Democracy” sudah di depan mata. Penantian fans di dunia sebentar lagi akan berakhir. Tapi, lantas bagaimana nasib Kevin “Skwerl” Cogill kini? Ternyata, tak sedikit harga yang harus dibayar lelaki berambut gondrong dan pernah bekerja di Universal Music itu untuk menebus “dosa”nya sebagai fans berat Guns N’ Roses.

Lihat saja. Selain telah mencopot 9 track ilegal “Chinese Democracy” (“Chinese Democracy”, “Better”, “The Blues”, “Madagascar”, “There Was A Time”, “IRS”, “Rhiad & The Bedouins”, “Prostitute” dan “If the World”) dari blognya, saat ini posisi Skwer sedang terjerat denda 100 ribu dolar AS alias 10 kali lipat dari denda tertinggi semula, jika terbukti bersalah. Atau maksimal tahanan penjara 5 tahun. “Untungnya”, dikarenakan ia tak pernah melakukan tindak pelanggaran hukum, jika terbukti bersalah nanti ia diberi keringanan hukuman masa percobaan.

“Proses negoisasi dan diskusi sedang berlangsung dan sedang diupayakan agar hukuman terhadap Kevin tidak sampai seberat itu. Kami mengharapkan, kami akan sanggup menemukan penyelesaian yang memuaskan”,” jelas pengacara Kevin, David Kaloyanides, seperti dikutip E!Online, akhir Oktober lalu.

Namun, memang apes nasib sang bloger. Saat ini, ketika para fans di seluruh dunia (kecuali China) sedang menantikan dan menikmati eforia Guns N’ Roses dengan kemunculan album yang dikemas beserta bonus minuman kaleng Dr. Pepper berlogo “Guns N’ Roses”, ia justru masih harus repot dengan urusan hukum.

“Kevin Cogill dengan kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaannya atas tuntutan pelanggaran undang-undang hak cipta yang ditujukan kepadanya. Keputusannya bisa didengar setelah sidang yang akan digelar 8 Desember nanti,” kata asisten lembaga bantuan hukum Amerika serikat Craig Missakian, seperti dikutip Billboard.Com dari Reuters 11 November lalu.

Bila pembelaan itu berhasil melalui proses “negoisasi dengan hasil yang memuaskan” seperti kata David Kaloyanides, maka kemungkinan besar Kevin “hanya” akan mendapat ganjaran hukuman maksimal 1 tahun penjara. Tebusan yang cukup mahal untuk seorang fans, bukan?

Ya, sementara ini, sorotan masih tertuju pada jadwal perilisan “Chinese Democracy” yang tertunda-tunda dan strategi di baliknya. Pertanyaan selanjutnya, mengapa harus memakai judul “Chinese Democracy” dan apa makna di balik lirik itu? Apakah akan mampu menandingi lirik “November Rain”? Tentu itu lain cerita lagi. Yang jelas, saat ini banyak fans Guns N’ Roses yang sedang menunggunya.

Dan akhirnya, bila Axl dan Geffen tidak membuat kejutan dan kontroversi yang memungkinkan perilisan “Chinese Democracy” batal, setidaknya fans berat Guns N’ Roses tak lagi harus menggumamkan: “Just a little patient…”.* E!Online – TNYT –Billboard – Reuters.

Categories: MUSIC
  1. You-know-who
    18 November 2008 at 9:08 am | #1

    Boy, masa kau bikin artikel setengah-setengah. Jangan gitu dong. Masa blogger kawakan tidak menjunjung tinggi keterbukaan (halah…) Kutunggu dudamu eh… kutunggu artikel lengkapnya. Jangan bikin penasaran…

  2. 19 November 2008 at 1:48 pm | #2

    @You-know-who

    haha… biar penasaran aja… brother.
    ntar, juga diantar kan ke rumah tabloidnya…hehhee…

    btw, trims akan info plagiat kemarin bro.

  3. 27 November 2008 at 3:14 am | #3

    bertandang
    ada kopi sidikalang dan bika ambon bermain kata di rumahku
    salam bloggersumut

    slm jg..

  4. 27 November 2008 at 2:13 pm | #4

    wah ada GNR mania nich… ada link donlotnya nggak?

  1. No trackbacks yet.