9 December 2008...9:37 am

Mengalami Petualangan Spiritual di Batu Cave, Malaysia

Jump to Comments

Tonggo Simangunsong

batu-cave1Di Batu Cave, pejiarah bisa mendekatkan keyakinan spiritualnya kepada Dewa Murugan dan Dewa Hanuman. Sekaligus mengikuti gambaran kisah kehidupan Rama.

Tak sedikit spot wisata yang bisa dikunjungi bila bertamasya ke negeri jiran, Malaysia. Selain wisata alam, city tour maupun wisata shopping, salah pengalaman wisata yang tak kalah menarik ialah mengalami petualangan relijius di Batu Cave (Gua Batu – Red). Berikut pengalaman The Muse ketika berkunjung ke sana, pertengahan Oktober lalu.

Batu Cave berada di distrik Gombak, Selangor. Atau, sekitar 13 km di sebelah utara Kuala Lumpur. Tak sulit menuju ke sana. Dari perhentian bus di Titiwangsa, Anda cukup membayar ongkos 2RM bila hendak ke sana.

Nama Batu Cave sendiri diambil dari nama sebuah sungai, yaitu Sungai Batu yang mengalir melalui bukit di Batu Cave. Saat ini, distrik Gombak sendiri lebih diidentikkan dengan Batu Cave.

Batu Cave adalah salah satu pura ternama di luar negara India. Pura ini sendiri didedikasikan kepada Dewa Murugan, dewa yang dipuja oleh pemeluk agama Hindu Tamil.

Setiap tahunnya, Batu Cave sekaligus menjadi tempat perayaan festival Thaipusam di Malaysia. Setiap perayaan digelar diperkirakan sebanyak 1,5 juta pejiarah yang datang memadati pura ini. Tak heran jika Batu Cave disebut-sebut sebagai salah satu tempat ritual agama tahunan terakbar di dunia.

Batu Cave diperkirakan sudah ada sejak 400 juta tahun lalu. Sebelum diresmikan pada tahun 1860, sebanyak 18 gua yang ada di Batu Cave kerap dipergunakan oleh orang Besisi (Orang Asli Malaysia – Red) sebagai tempat transit ketika hendak berburu ke hutan belantara.

Namun, Batu Cave mulai dikenal ketika seorang ilmuwan alam dari Amerika, William Hornaday, menemukan batu gamping (batu kapur) di sekitar gua pada tahun 1878. Sebelum itu, kawasan sekitar gua kerap digali oleh petani untuk menyuburkan lahan pertaniannya.

Jauh sebelum itu, konon Batu Cave sebenarnya sudah ditemukan pada 1800-an oleh K. Thamboosamy Pillai, seorang pedagang dari India. Ketika menemukan lokasi itu, ia pun terinspirasi untuk mendirikan pura untuk pemujaan kepada Dewa Murugan. Sekaligus, terinspirasi untuk membuka jalan menuju gua itu.

Cathedral Cave

Pada tahun 1891, Pillai, yang juga dikenal sebagai penemu Kuil Sri Mahamariamman di Kuala Lumpur, mendirikan “murti” atau Patung Batumalai Sri Subramaniar atau Swamy Devasthanam yang kini menjadi salah satu simbol penting Batu Cave.

Patung itu berada di luar bagian bagian bawah gua. Tingginya 42,7 meter atau 140,09 kaki). Pembangunan patung ini sendiri menghabiskan 1.550 meter kubik beton, 250 ton besi dan 300 liter cat emas. Dan diperkirakan menelan biaya 24 juta Rupee.

Kemudian, sejak tahun 1892, perayaan Thaipusam yang waktu perayaannya disesuaikan dengan kalender Tamil (tepatnya pada bulan Thai atau akhir Januari hingga awal Februari), setiap tahunnya dirayakan secara akbar di Batu Cave.

Sedangkan, pada 1920, barulah dibangun lagi tangga menuju gua. Dari antara gua yang ada di Batu Cave, terdapat satu gua yang paling sering dikunjungi, yakni Temple atau Cathedral Cave. Di sana terdapat langit-langit setinggi 100 meter yang menyerupai kubah.

Bila menuju ke sana, pengunjung harus menaiki pintu masuk menuju atas sepanjang 100 meter, atau dengan menaiki sebanyak 272 anak tangga.

Selain itu, juga terdapat Ramayana Cave. Ketika menuju gua ini juga terdapat patung Hanuman, yang didedikasikan kepada Dewa Hanuman. Ramayana Cave menggambarkan kisah Rama. Gua ini telah dipasangi penerang sehingga pengunjung bisa menyaksikan bagaimana kisah Rama, seperti yang terlukis di dinding gua.

Selain sebagai tempat pejiarahan, sejak 10 tahun belakangan Batu Cave juga kerap dijadikan sebagai lokasi olah raga panjat tebing. Terdapat 160 rute panjat tebing di sini, dengan ketinggian rata-rata 150 meter.

Bila ingin membawa pulang oleh-oleh dari Batu Cave, di bawah juga terdapat penjualan souvenir, Art Gallery Cave dan Museum Cave. Semua souvenir yang ada di sini mengadaptasi ornamen yang berkaitan dengan Dewa Murugan.

Menariknya, di sekitar Batu Cave juga terdapat burung-burung merpati yang selalu ramah menyapa pengunjung. Ada juga monyet yang akan selalu menyapa Anda dengan jeritannya tatkala menaiki anak tangga menuju gua.

Pengalaman yang sangat berkesan. Sore, ketika kami ke sana, salah satu rekan berujar, “Sungguh sakral,” katanya. Tak menyesal ia membela-bela agar bisa menuju gua, meski sore itu gerimis.*

Foto: Penulis berdiri [sok cool] di depan Patung Batumalai Sri Subramaniar atau Swamy Devasthanam setinggi 42,7 meter atau 140,09 kaki di Batu Cave. [Sesekali boleh narsis, dong, kawan-kawan...]

Leave a Reply