Supported by: HARIAN GLOBAL
Writer : Tonggo Simangunsong
Photos : Johnny Siahaan
Uly, begitu gadis kelahiran 13 September 1993 ini akrab disapa. Enjoy dan selalu ceria adalah karakter yang selalu melekat pada gadis dengan tinggi badan 170 cm ini. Sebagai model, baginya sikap itu perlu. “Dari wajah sih, saya terlihat seperti sombong. Padahal, saya itu orangnya ramah,” katanya dalam sebuah wawancara dengan The Muse, di sebuah kafe di seputaran Jl Dr Mansyur, Medan, baru-baru ini. Berikut kutipannya.
Bisa jelaskan karakter Uly itu seperti apa?
Saya orangnya enggak terlalu suka diatur. Suka kebebasan. Agak egois memang. Tapi, begitulah. Saya suka dibiarkan bebas dan tidak terlalu diawasi.
Mengapa Uly suka difoto?
Mmm, apa ya? Agak susah menjelaskannya. Sebenarnya, kalau dibilang karena narsis, eh, enggak juga. Pada umumnya semua orang kan pasti suka nunjukin siapa dirinya. Saya merasa enjoy aja difoto. Mungkin, karena saya seksi dan banyak yang tertarik menawari saya untuk jadi foto model. Akhirnya, jadi berlanjut sampai sekarang.
Kami setuju kalau Uly dikatakan seksi… Apakah Uly selalu berpenampilan seksi sehari-harinya?
Sejak menjalani dunia model saya makin terbiasa berpakaian seksi dan sedikit buka-bukaan. Tapi, jangan salah, lho. Sebenarnya dulunya saya tomboi.
Masa sih, bisa digambarkan?
Iya, selain renang, sejak SMP saya sudah suka main basket dengan teman-teman cowok di sekolah. Kemana-mana suka pakai jins, kaus. Dan, tidak pernah memikirkan bagaimana agar tampil feminim. Setelah menjadi model, saya bahkan jadi sering berdebat sama mama soal pakaian. Hehehe…
Secara pribadi, di mana letak keseksian seorang Uly?
Saya suka mata dan hidung saya. Seksi. Kalau bagian tubuh, pinggul. Ada juga yang bilang, bibir dan bentuk wajah. Eh, ini jadi malah mengarah ke narsis. Ya, memang dasar narsis, sih. (Ha-ha-ha…)
Sejak kapan memulai karir di dunia model?
Saya pernah ikut ajang “Duta Model Sumut”, dapat Juara III. Setelah itu, saya mulai ditawarin untuk sesi pemotretan. Termasuk dari Tabloid Popular dan MAXIM. Tapi, enggak jadi. Mama enggak beri ijin. Sampai saat ini masih berkarir di Medan aja. Terakhir, saya jadi model untuk “Beauty Expose”, “Pelangi Model Hunt” dan sebagai model untuk produk otomotif.
Konsep sesi foto idaman Uly seperti apa?
Saya sih pingin konsep Gothic. Mini dress dengan style Emo gitu.
Pilih mana, oudoor hunting atau indoor?
Outdoor, karena bisa bereskplorasi lebih. Kalau outdoor saya pasti milih Bali, dengan konsep tepi pantai. Mengenakan busana konsep glamour. Pada dasarnya, saya suka sesuatu yang beda.
Oya, apa yang pertama Anda lihat dari seorang cowok?
Yang pasti fisiknya dulu. Saya suka bangat tubuh yang atletis, tapi jangan terlalu berotot. Ih, geli lihatnya. Seperti Leonardo De Caprio, misalnya. Atau, Giovinno Sebastian. Seksi bangat tuh. Selain itu, cowok harus bisa jagain pacarnya.
Hal “tergila” apa yang pernah Uly lakukan?
Saya pernah pulang pagi karena pergi “hang out” dengan teman-teman. Saya juga pernah maki-maki cowok saya, karena dia cueki saya. Dia ngobrol dan akrab dengan cewek lain, sementara saya di sampingnya.
Sebaliknya?
Sejak TK sampai SMP, saya rutin mengundang anak yatim ke rumah. Idenya dari aku. Mama saya setuju dan senang.
Terakhir, siapa cowok idola yang ingin Uly ajak makan malam bersama?
Pasti Giovinno Sebastian, dong. (ha-ha-ha…)







4 Comments
15 July 2009 at 9:28 am
Hy
gue fadhlan naq esema nam
i love u
i miss u
lanJuTkan
15 July 2009 at 9:34 am
Woy sory salah kiriM
6 October 2009 at 2:29 am
hi,lam kenal ya….
da FB nya gak…?
kamu dari mana nee…..
13 October 2009 at 5:59 pm
ya. cari aja nama tonggo simangunsong utk fb…add ya…